The Fed Tahan Suku Bunga, IHSG & Rupiah Lanjut Menguat

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada awal perdagangan hari ini, Kamis (20/6/2019), bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  09:26 WIB
The Fed Tahan Suku Bunga, IHSG & Rupiah Lanjut Menguat
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada awal perdagangan hari ini, Kamis (20/6/2019), bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,17 persen atau 11,05 poin ke level 6.350,31 pada pukul 09.08 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan 0,11 persen atau 6,75 poin di level 6.346,01.

Adapun pada perdagangan Rabu (19/6), IHSG ditutup naik tajam 1,031 persen atau 81,93 poin di level 6.339,26.

Enam dari sembilan sektor bergerak di zona hijau pagi ini, dipimpin sektor industri dasar (+1 persen) dan properti (+0,90 persen). Tiga sektor lainnya bergerak negatif, dipimpin aneka industri yang melemah 0,62 persen.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)  yang masing-masing naik 0,93 persen dan 1,12 persen menjadi pendorong utama berlanjutnya penguatan IHSG pagi ini.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper menyampaikan pergerakan IHSG dipengaruhi oleh keputusan suku bunga AS dan sinyal pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Dalam pertemuan kebijakan moneternya yang berakhir Rabu (19/6/2019) waktu setempat, The Fed, seperti yang telah diantisipasi, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya.

The Fed memutuskan tidak mengubah suku bunga acuannya, atau Fed Funds Rate (FFR), pada kisaran 2,25 persen hingga 2,5 persen.

Otoritas moneter AS ini juga mengisyaratkan dapat melakukan pelonggaran kebijakan moneternya pada awal bulan depan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang inflasi yang lemah.

"Secara teknikal candlestick IHSG membentuk long white body dan goldencross menembus moving average 50 mengindikasikan penguatan akan berlanjut," tulis Dennies dalam riset hariannya.

Pergerakan indeks selanjutnya akan menantikan hasil keputusan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia yang akan dirilis hari ini, Kamis (20/6/2019).

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah lanjut menguat 30 poin atau 0,21 persen ke level Rp14.240 per dolar AS pukul 08.54 WIB, setelah ditutup terapresiasi 56 poin atau 0,39 persen di posisi 14.270 pada Rabu (19/6).

Adapun indeks Bisnis-27 naik tipis 0,04 persen atau 0,22 poin ke level 560,71, setelah berakhir menanjak 1,71 persen atau 9,43 poin di posisi 560,48.

Indeks saham lainnya di Asia ikut menguat pagi ini, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang masing-masing naik 0,23 persen dan 0,42 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,65 persen pada pukul 09.09 WIB.

Di China, dua indeks saham utamanya Shanghai Composite dan CSI 300 naik masing-masing sebesar 0,23 persen dan 0,63 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan naik tipis 0,07 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup