Bakal IPO, Produsen Kemasan Karton Ini Tawarkan Harga Rp150-Rp200 per Saham

Calon emiten yang bergerak di bidang penyediaan kemasan karton terintegrasi PT Satyamitra Kemas Lestari bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  16:45 WIB
Bakal IPO, Produsen Kemasan Karton Ini Tawarkan Harga Rp150-Rp200 per Saham
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Calon emiten yang bergerak di bidang penyediaan kemasan karton terintegrasi PT Satyamitra Kemas Lestari bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham.

Berdasarkan prospektus Satyamitra Kemas Lestari, perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 1,3 miliar saham baru atau setara 32,10 % dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.  Perseroan menunjuk PT Kresna Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 

Harga penawaran saham pada rentang Rp150-Rp200 per saham. Masa penawaran awal (bookbuilding) telah dimulai pada 13 Juni hingga 20 Juni 2019.  Selanjutnya, masa penawaran umum pada 1-4 Juli 2019. Perseroan menargetkan pencatatan saham dan waran seri I di Bursa Efek Indonesia pada 11 Juli 2019.

Perseroan juga akan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 260 juta waran atau setara 9,45% dari saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Satyamitra Kemas Lestari merupakan pemasok kemasan karton beberapa perusahaan consumer goods ternama salah satunya PT Unilever Indonesia Tbk., PT Mayora Indah Tbk. 

Direktur Utama PT Kresna Securities Oktavianus Budianto mengatakan bahwa saham yang ditawarkan merupakan saham baru. Adapun, rentang harga penawaran awal ditentukan setelah melakukan pemetaan baik dari pasar maupun industri serupa.

Harga penawaran awal di rentang Rp150-Rp200 tersebut mencerminkan PE 7-10 kali. "[Harga penawaran] melihat kesepakatan underwriter dan emiten di harga mana yang terbaik dan menguntungkan bagi emiten," katanya. 

Dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham akan digunakan untuk modal kerja perseroan sebesar 40%.  Modal kerja itu digunakan untuk meningkatkan persediaan bahan baku kertas baik impor maupun lokal, serta penyelesaian implementasi sistem SAP (System Application and Product) yang saat ini sedang berjalan. 

Dana hasil IPO lainnya digunakan untuk penyelesaian utang bank sebesar 30%. Perseroan memiliki pinjaman bank berupa kredit lokal dari Bank Central Asia sebesar Rp80 miliar dengan tingkat bunga 10% per tahun dan jatuh tempo 24 Maret 2020. 

Adapun, 30% sisanya untuk pembelian mesin dan lokasi baru pabrik. Sedangkan dana yang diperoleh dari Waran Seri I ini seluruhnya akan digunakan untuk tambahan modal kerja. 

Dalam 2 tahun terakhir, perseroan mencatatkan pertumbuhan penjualan yakni 23,70% mebjadi Rp1,67 triliun pada 2017 dan 30,54% menjadi Rp2,18 triluun pada 2018. 

Segmen carton box mendominasi penjualan sebesar 55,05% terhadap penjualan pada 2018. Lebih lanjut, segmen offset berkontribusi 19,87% terhadap penjualan, diikuti segmen pre-print sebesar 18,05%, serta segmen rigid box 7,22%. 

Meski demikian, laba tahun berjalan sempat tertekan 48,33% menjadi Rp33,188 miliar pada 2017. Laba tahun berjalan naik 34,84% menjadi Rp44,74 triliun pada 2018. 

Untuk kebijakan dividen, perseroan berencana mengusulkan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sekurang-kurangnya 20% dari laba bersih mulai tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019. 

Perseroan saat ini memiliki kantor dan pabrik di Desa Cisereh Tigaraksa Tangerang Banten, dengan luas lahan pabrik dan kantor seluas 14 ha dan bangunan fisik 120.000 meter persegi. 

Saat ini perseroan memproduksi karton gelombang dan kemasan offset untuk berbagai di bidang industri makanan dan minuman, elektronik, telekomunikasi, sepatu, dan lainnya. Pemegang saham PT Satyamitra Kemas Lestari terdiri dari PT Satyamitra Investindo Pratama sebesar 99% dan PT Kawan Inti Cemerlang sebesar 1%. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, kinerja emiten, industri kemasan

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup