Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gangguan Cuaca di Pantau Gading Dorong Harga Kakao Menghijau

Harga kakao dunia melesat, di tengah ekspektasi gangguan cuaca di negara produsen, Pantai Gading.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 11 Juni 2019  |  16:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga kakao dunia melesat, di tengah ekspektasi gangguan cuaca di negara produsen, Pantai Gading.

Data Bloomberg menunjukkan, harga kakao berjangka kontrak pengiriman September 2019 di Intercontinental Exchange (ICE) ditutup menguat 1,50% atau 37,00 poin ke level US$2.503,00 per ton, Senin (10/6/2019). Tercatat, harga itu menjadi level yang terkuat sejak awal tahun.

Curah hujan di bawah rata-rata terjadi di sebagian besar daerah penghasil kakao di Pantai Gading, pada pekan lalu. Kondisi tersebut menurut para petani bisa merusak panen pertengahan April hingga September mendatang.

Dikutip dari Reuters, Selasa (11/6/2019), di wilayah barat Soubre, jantung penghasil kakao, para petani menuturkan, kendati kondisi panas telah meningkat, tetapi lebih banyak dibutuhkan uap air untuk meningkatkan panen. “Kami berharap panen tidak akan berakhir secara tiba-tiba [akibat minimnya curah hujan],” kata Salame Kone, petani di wilayah tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Reuters menunjukkan, curah hujan di Soubre, yang meliputi wilayah Sassandra dan San Pedro adalah 4,5 milimeter (mm) pekan lalu, 9,6 mm di bawah rata-rata 5 tahun.

Hujan di bawah rata-rata juga terjadi di daerah tengah Bongouanou dan Yamoussoukro. Namun, para petani mengatakan, dedaunan hijau sudah terlihat, mengindikasikan pohon kakao siap berbunga bulan depan, sebagai persiapan untuk panen. “Panen sebelumnya hampir berakhir. Kami sekarang fokus pada panen utama berikutnya,” kata Basile Assemian, petani di dekat Bongouanou.

Kondisi serupa dilaporkan terjadi di wilayah selatan Agboville dan Divo. Di kedua wilayah itu curah hujan juga di bawah rata-rata.

Di wilayah tengah-barat Daloa, yang penghasil seperempat kakao nasional, petani menyambut curah hujan pekan kedua, setelah kekeringan berkepanjangan. “Kelembabannya bagus. Pohon [kakao] akan memiliki lebih banyak kekuatan,” kata Alphonse Konan, yang bertani di dekat Daloa.

Akan tetapi, sambungnya, hanya ada beberapa polong di pohon. Dia memperkirakan, setelah dua panen lagi, tidak banyak polong yang tersisa.

Data menunjukkan bahwa curah hujan di Daloa, termasuk wilayah Bouafle, mencapai 28 mm minggu lalu, 0,6 mm di atas rata-rata. Sementara itu, suhu rata-rata berkisar antara 26,08 dan 28,62 derajat celsius.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kakao harga kakao pantai gading
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top