Permodalan Nasional Madani (PNM) Tawarkan Obligasi Rp2 Triliun

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) akan menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I Tahun 2019 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp2 triliun.
M. Nurhadi Pratomo | 24 Mei 2019 13:00 WIB
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM) Arief Mulyadi (kanan) dan Komisaris Utama PNM Agus Muharram memberikan paparan dalam bincang santai jelang buka puasa di Jakarta, Rabu (15/5/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Permodalan Nasional Madani (Persero) akan menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I Tahun 2019 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp2 triliun.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, Jumat (24/5/2019), Permodalan Nasional Madani akan menawarkan dan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I Tahun 2019 yang terdiri atas dua seri.

Seri A, memiliki jumlah pokok Rp1,271 triliun dengan tingkat bunga tetap 9,50%. Frekuensi pembayaran bunga setiap tiga bulanan dan jatuh tempo pada 28 Mei 2022 atau bertenor tiga tahun.

Seri B, memiliki jumlah pokok Rp564 miliar dengan tingkat bunga tetap 9,85%. Frekuensi pembayaran bunga setiap tiga bulanan dan jatuh tempo pada 28 Mei 2024 atau bertenor 5 tahun.

Sisa dari jumlah pokok yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp165 miliar rupiah akan dijamin secara kesanggupan terbaik atau best effort. 

Rencananya, penawaran umum dilakukan mulai Jumat 24 Mei 2019 dan penjatahan pada 27 Mei 2019. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 29 Mei 2019.

Adapun, penjamin pelaksana emisi obligasi tersebut yakni PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis.com sebelumnya, PNM membidik pendapatan Rp4,69 triliun pada 2019. Pertumbuhan ditargekan konsisten hingga menembus Rp8,22 triliun pada 2023. Dari situ, laba bersih diproyeksikan menembus Rp187 miliar pada 2019. Jumlah itu akan terus meningkat hingga Rp567 miliar pada 2023.

Dengan demikian, total aset perseroan diharapkan meningkat dari Rp22,4 triliun per akhir 2019 menjadi Rp37,3 triliun pada akhir 2023.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, permodalan nasional madani

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top