Hingga April, Produksi CPO Austindo Nusantara (ANJT) Naik 1,9 Persen

Emiten perkebunan, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) memproduksi 70.938 ton crude palm oil (CPO) selama 4 bulan terakhir
Hingga April, Produksi CPO Austindo Nusantara (ANJT) Naik 1,9 Persen Novita Sari Simamora | 23 Mei 2019 06:28 WIB
Hingga April, Produksi CPO Austindo Nusantara (ANJT) Naik 1,9 Persen
Ilustrasi - anj/group.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten perkebunan, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) memproduksi 70.938 ton crude palm oil (CPO) selama 4 bulan terakhir.

Direktur Keuangan Austindo Nusantara Jaya, Lucas Kurniawan mengungkapkan, total produksi CPO hingga April 2019 mencapai 70.938 ton, naik 1,9% atau setara 1.351 ton dari April 2018. Sementara itu, produksi palm kernel (PK) perseroan mencapai 15.213 ton hingga April 2019.

"Produksi itu berasal dari 35.681 ha lahan inti dan 2.901 ha plasma yang telah menghasilkan. Sementara itu, area tertanam inti mencapai 49.865 ha dan plasma 4.527 ha," ungkapnya kepada Bisnis.com, Rabu (22/5/2019).

Hingga saat ini, perseroan belum berencana membuka kebun baru. Adapun total lahan emiten bersandi saham ANJT seluas 49.865 ha, terdiri dari 10.535 ha yang belum menghasilkan, 32.577 ha yang sudah menghasilkan dan 6.752 ha sudah berusia di atas 25 tahun dan masuk dalam kategori menghasilkan.

Oil extraction rate (OER) yang dimiliki ANJT hingga April 2019 mencapai 21,1%, turun dari posisi 22,35 pada April 2018. Untuk kernel extraction rate (KER) hingga April 2019 mencapai 4,5%, dari posisi 4,7% pada April 2018.

Pada tahun ini, perseroan akan mengoperasikan pabrik baru di Papua Barat.

Hingga saat ini, perseroan belum berencana membuka kebun baru. Adapun total lahan emiten bersandi saham ANJT seluas 49.864 ha, terdiri dari 10.535 ha yang belum menghasilkan, 32.577 ha yang sudah menghasilkan dan 6.752 ha sudah berusia di atas 25 tahun dan masuk dalam kategori menghasilkan.

Kini, progress pembangunan PKS dan minyak inti sawit pada  perkebunan  perseroan di Papua Barat telah mencapai 85,9% tingkat penyelesaian. Dia memerinci, PKS tersebut akan memiliki 2 lini, masing-masing lini memiliki kapasitas 45 mt per jam.

Lini pertama untuk pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 45 ton per jam dan pabrik minyak inti sawit diharapkan akan siap untuk uji coba operasi pada kuartal III/2019, bertepatan dengan produksi tandan buah segar (TBS) pada kebun di Papua Barat.       

Dia mengungkapkan, perseroan akan kembali meninjau ulang alokasi belanja modal. Menurutnya, di tengah harga CPO yang belum memanas, perseroan juga akan melakukan efisiensi dengan menggunakan digital dan menekan beban.

Dalam kesempatan sebelumnya, Lucas mengungkap, menjelang Ramadan tahun ini, perseroan belum mencatatkan peningkatan konsumsi atau penjualan yang signifikan.

Menurutnya, produksi CPO di dalam negeri banyak diserap oleh konsumen dalam negeri juga terutama untuk biodiesel.

Pada tahun ini, ANJT memproyeksikan produksi TBS, pembelian TBS kepada pihak ketiga, CPO dan PK masing-masing sebanyak 722.770 ton, 506.846 ton, 263.554 ton dan 56.430 ton. Sementara itu, OER pada 2019 akan dipertahankan 21,4%.

Pada kuartal I/2019, ANJT membukukan pendapatan senilai US$27,55 juta, turun 10,98% dari posisi US$30,95 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Saat pendapatan turun, beban pokok pendapatan meningkat.

Adapun, beban pokok pendapatan ANJT pada kuartal I/2019 senilai US$28,19 juta, naik 11,77% dari posisi US$25,22 juta pada kuartal I/2018. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, austindo

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top