Austindo Nusantara (ANJT) Realisasikan Belanja Modal US$17,4 Juta

Emiten perkebunan, PT Austindo Nusantara Tbk. telah merealisasikan belanja modal senilai US$17,4 juta dari total belanja modal senilai US$57 juta.
Novita Sari Simamora | 16 Mei 2019 06:01 WIB
Ilustrasi - anj/group.com

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten perkebunan, PT Austindo Nusantara Tbk. telah merealisasikan belanja modal senilai US$17,4 juta dari total belanja modal senilai US$57 juta.

Direktur Keuangan Austindo Nusantara Jaya Lucas Kurniawan mengatakan, sebagian besar belanja modal kuartal /2019 dialokasikan untuk menyelesaikan mil pabrik kelapa sawit di Papua Barat. Pada tahun ini, kebutuhan modal untuk penyelesaian PKS di Papua Barat senilai US$7,5 juta.

"Serapan capex kuartal I/2019 untuk penyelesaian pabrik. Kami mengalokasikan biaya perawatan kebun muda hingga US$23 juta," ungkapnya di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Saat ini, progress pembangunan PKS dan minyak inti sawit pada  perkebunan  perseroan di Papua Barat telah mencapai 85,9% tingkat penyelesaian. Dia memerinci, PKS tersebut akan memiliki 2 lini, masing-masing lini memiliki kapasitas 45 mt per jam.

Lini pertama untuk pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 45 ton per jam dan pabrik minyak inti sawit diharapkan akan siap untuk uji coba operasi pada kuartal III/2019, bertepatan dengan produksi tandan buah segar (TBS) pada kebun di Papua Barat.        

Dia mengungkapkan, perseroan akan kembali meninjau ulang alokasi belanja modal. Menurutnya, di tengah harga crude palm oil (CPO) yang belum memanas, perseroan juga akan melakukan efisiensi dengan menggunakan digital dan menekan beban.

Hingga saat ini, perseroan belum berencana membuka kebun baru. Adapun total lahan emiten bersandi saham ANJT seluas 49.864 ha, terdiri dari 10.535 ha yang belum menghasilkan, 32.577 ha yang sudah menghasilkan dan 6.752 ha sudah berusia di atas 25 tahun dan masuk dalam kategori menghasilkan.

Pada kuartal I/2019, ANJT memproduksi CPO sebanyak 52.224 ton atau naik 3,9% dari periode sebelumnya. Sementara itu, produksi palm kernel (PK)  berhasil naik 6,5% di 11.312 ton dibandingkan periode yang sama di 2018.

Lucas menambahkan, menjelang Ramadan tahun ini, perseroan belum mencatatkan peningkatan konsumsi atau penjualan yang signifikan. Menurutnya, produksi CPO di dalam negeri banyak diserap oleh konsumen dalam negeri juga terutama untuk biodiesel.

Pada tahun ini, ANJT memproyeksikan produksi TBS, pembelian TBS kepada pihak ketiga, CPO dan PK masing-masing sebanyak 722.770 ton, 506.846 ton, 263.554 ton dan 56.430 ton. Sementara itu, oil extraction rate (OER) pada 2019 akan dipertahankan 21,4%.

ANJT membukukan pendapatan senilai US$27,55 juta pada kuartal I/2019, turun 10,98% dari posisi US$30,95 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Saat pendapatan turun, beban pokok pendapatan meningkat.

Adapun beban pokok pendapatan ANJT pada kuartal I/2019 senilai US$28,19 juta, naik 11,77% dari posisi US$25,22 pada kuartal I/2018. 

Direktur Utama ANJT Istini T Siddharta mengungkapkan, saat ini, kinerja perkebunan masih sangat dipengaruhi dengan harga CPO. Dalam Bursa Malaysia, harga CPO kontrak Juli 2019, pada penutupan perdagangan Rabu (15/5/2019), ditutup menguat 14 poin menuju level 2.028 ringgit per ton.

Istini menambahkan, perseroan lebih memilih untuk melakukan penanaman kembali ketimbang membuka lahan baru. Sampai Maret 2019, luas area kebun yang ditanam kembali mencapai 5.218 ha, yang tersebar di Belitung dan Sumatra Utara I.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, austindo, pt austindo nusantara jaya

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup