Kuartal I/2019, Blue Bird (BIRD) Realisasikan Capex Rp350 Miliar

Emiten penyedia layanan transportasi, PT Blue Bird Tbk. merealisasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure senilai Rp350 miliar sepanjang kuartal I/2019.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  16:48 WIB
Kuartal I/2019, Blue Bird (BIRD) Realisasikan Capex Rp350 Miliar
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten penyedia layanan transportasi, PT Blue Bird Tbk. merealisasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure senilai Rp350 miliar sepanjang kuartal I/2019.

Sandy Permadi, Direktur Keuangan BIRD mengatakan bahwa pada tahun ini perseroan menganggarkan capex senilai Rp1,5 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya Rp1,2 triliun.

Capex tersebut akan digunakan sebagian besar untuk armada perseroan dan selebihnya untuk pengembangan teknologi dan bisnis lainnya.

Adapun, sumber pendanaan capex tersebut sebanyak 20%—30% dari jumlah tersebut berasal dari kas internal, sedangkan sisanya berasal dari fasilitas pinjaman perbankan. “Kuartal I/2019 sudah keluarkan Rp350 miliar untuk pengadaan kendaraan baru, peremajaan, semua segmen bisnis Blue Bird,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Sementara itu, Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengungkapkan bahwa pada tahun ini perseroan tidak akan menambah armada taksi listrik baru untuk armada e-BlueBird. Dia menjelaskan bahwa pada tahun ini perseroan akan fokus untuk mengkaji sisi operasional dari penggunaan armada taksi listrik.

Adapun yang menjadi perhatian emiten berkode saham BIRD tersebut dalam pengkajian mobil listrik ialah harga kendaraan, kualitas kendaraannya, ketahaan baterai yang digunakan, dan daya jelajahnya.

Selain itu, itu faktor keamanan dan kenyaman untuk penumpang. tidak luput menjadi perhatian perseroan. “Sekarang kami temukan dulu operasional optimalisasinya baru kita bisa create mass. Setelah tau baru kami bisa kembangkan dengan jumlah yang signifikan baru impact-nya terasa,” jelasnya.

Direktur Utama Blue Bird Noni Purnomo menambahkan bahwa penggunaan mobil listrik tersebut selain sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk menyehatkan kualitas udara di Jakarta.

Noni mengatakan bahwa penggunaan mobil taksi sebagai salah satu cara efisiensi beban yang dikeluarkan oleh perseroan. “Mobil listrik ini diharapkan mengurangi maintenance cost yang ada, itu sedang kami hitung dalam pilot project kami, makannya perlu waktu,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, Blue Bird

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top