Dolar AS Stabil di Kisaran Level Tertinggi dalam 2 Pekan Terakhir

Dolar Amerika Serikat stabil di dekat level tertinggi 2,5 pekan terakhir pada Selasa (21/5/2019), didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS menyusul meningkatnya kekhawatiran bahwa perang perdagangan AS-China dapat memburuk.
Aprianto Cahyo Nugroho | 21 Mei 2019 11:54 WIB
Ilustrasi Dolar AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat stabil di dekat level tertinggi 2,5 pekan terakhir pada Selasa (21/5/2019), didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS menyusul meningkatnya kekhawatiran bahwa perang perdagangan AS-China dapat memburuk.

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,06 persen atau 0,061 poin ke level 97,994 pada pukul 11.22 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka melemah 0,02 persen atau 0,018 poin ke level 97,915, setelah pada akhir perdagangan Senin (20/5) ditutup melemah 0,06 persen atau 0,062 poin ke level 97,933.

Pasar ekuitas global telah terpukul minggu ini, dengan harga saham produsen chip jatuh setelah AS bergerak melawan Huawei.

"Dolar telah memantapkan dirinya sebagai safe-haven dan itu menarik permintaan di saat-saat seperti ini, dengan ekuitas jatuh dan volatilitas pasar meningkat," kata Takuya Kanda, manajer umum di Gaitame.Com Research Institute, seperti dikutip Reuters.

"Rebound imbal hasil Treasury adalah faktor lain yang mendukung dolar. Penurunan baru-baru ini oleh imbal hasil obligasi tenor 10 tahun tampaknya berlebihan, dan dengan Jerome Powell tidak memberikan petunjuk yang jelas tentang penurunan suku bunga tahun ini, rebound imbal hasil dapat berlanjut untuk sementara waktu," lanjutnya.

Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada hari Senin bahwa terlalu dini untuk membuat keputusan tentang dampak perdagangan dan masalah tarif terhadap kebijakan moneter.

Imbal hasil obligasi 10 tahun memperpanjang rebound semalam dan menyentuh level tertinggi delapan hari di 2,428 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top