Jadi Mitra Bisnis Garuda Indonesia (GIAA), Siapa Sosok di Balik Kemudi Mahata Aero Teknologi?

Perusahaan rintisan Mahata Aero Teknologi yang saat itu baru berdiri selama 11 bulan telah mampu menorehkan perjanjian kerja sama senilai US$239,94 juta dengan perusahaan penerbangan pelat merah.
Muhammad Ridwan | 08 Mei 2019 13:56 WIB
Presiden Direktur PT Mahata Aero Teknologi (MAT) Muhamad Fitriansyah (dari kanan), Presiden direktur PT Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo, dan VP Asia-Pacific Inmarsat Aviation Otto Gergye usai penandatanganan naskah kerja sama penyediaan fasilitas Wi-Fi di dalam pesawat Citilink, di Jakarta, Kamis (8/3/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan rintisan Mahata Aero Teknologi yang saat itu baru berdiri selama 11 bulan telah mampu menorehkan perjanjian kerja sama senilai US$239,94 juta dengan perusahaan penerbangan pelat merah.

Di balik transaksi itu, siapa sebenarnya pemegang kendali yang mampu menghantarkan perusahaan rintisan tersebut bekerja sama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.?

Muhammad Fitriansyah merupakan Direktur Utama perseroan berdasarkan keterangan susunan direksi Mahata Aero Teknologi per 31 Desember 2018 yang dipublikasikan pihak Garuda Indonesia. Laki-laki yang akrab disapa Temi tersebut menggenggam 6.720 saham atau 32% senilai Rp3,36 miliar di Mahata Aero Teknologi.

Temi juga tercatat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) BPD Aceh, yang juga menjabat sebagai Ketua Koordinator Wilayah Hipmi Sumatra sejak November 2017 lalu.

Temi yang menyandang gelar Master dari Macquarie University, Sydney itu telah malang melintang sebagai pebisnis. Dalam laman LinkedIn pribadinya, Temi memiliki pengalaman bekerja di Perbankan, Pertambangan, Digital, Teknologi Informasi, dan Layanan Industri.

Selain itu, dia menyebutkan bahwa dirinya merupakan sosok yang terampil dalam bernegosiasi, perencanaan strategis, perdagangan internasional, pertambangan, dan mineral.

Temi bergabung dengan Mahata Aero Teknologi terhitung sejak November 2017 atau sejak perusahaan tersebut didirikan dan menjabat sebagai Direktur Utama.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup