Mirae Asset Sekuritas : Kenaikan Dolar AS Tekan Harga SUN

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa kenaikan indeks dolar AS berpotensi mendorong pelemahan harga SUN hari ini, Rabu (24/4/2019).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 24 April 2019  |  08:59 WIB
Mirae Asset Sekuritas : Kenaikan Dolar AS Tekan Harga SUN
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa kenaikan indeks dolar AS berpotensi mendorong pelemahan harga SUN hari ini, Rabu (24/4/2019).

Dhian Karyantono, analis fixed income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa indeks dolar AS pada perdagangan global semalam meningkat signifikan ke kisaran 97,60 poin dibandingkan dengan level hari sebelumnya pada kisaran 97,29 poin. 

Kenaikan Indeks dolar AS tersebut, utamanya disebabkan oleh negatifnya rilis data ekonomi Kawasan Euro di tengah rilis data ekonomi AS yang cenderung positif. 

Terkait dengan rilis data ekonomi Kawasan Euro, Indeks Keyakinan Konsumen Kawasan Euro per Maret 2019 di luar ekspektasi pasar turun ke level negatif 7,9 poin dibandingkan dengan prediksi pada kisaran negatif 7 poin. 

Pada waktu yang sama, pertumbuhan penjualan rumah baru AS di luar dugaan mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,5% (MoM) dibandingkan dengan prediksi dengan penurunan sebesar 2,5% (MoM). 

Selain itu, tren kenaikan indeks dolar, yang mencerminkan tingginya minat investor terhadap mata uang safe haven dolar AS,  juga tampaknya dipicu oleh antisipasi investor jelang Golden Week holiday Jepang mulai awal pekan depan dan rencana Trump untuk mengenakan tarif terhadap produk ekspor Kawasan Euro. 

Dengan demikian, pergerakan harga SUN hari ini berpotensi melemah melalui transmisi depresiasi rupiah terhadap dolar AS meski pada lelang SUN kemarin, minat investor (tercermin dari level incoming bids) mengalami kenaikan kurang lebih sebesar Rp9,93 triliun menjadi sebesar Rp41,77 triliun dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya.  

"Selain itu, secara umum harga SUN juga berpotensi mengalami pelemahan harga hingga sesi kedua perdagangan hari ini yang utamanya disebabkan rilis data IFO Business Climate Jerman per April 2019 yang kami prediksi memburuk," katanya melalui riset harian, Rabu (24/4/2019).

Dengan mempertimbangkan kondisi-kondisi tersebut, Dhian masih merekomendasikan investor untuk fokus pada perdagangan SUN seri benchmark FR0077, FR0078, dan FR0068 dengan aksi hold hingga beli hari ini. "Untuk aksi beli, kami sarankan setelah rilis data IFO Business Climate Jerman per April 2019 pada rilis sore nanti (Pukul 15.00 WIB)," katanya.

Sementara itu, untuk trading jangka panjang, Dhian masih merekomendasikan investor untuk aksi buy FR0059, FR0058, FR0065, FR0075, FR0079, dan FR0076.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 95,15 (7,02%) - 95,35 (6,96%)
FR0077 (15 Mei 2024): 104,00 (7,17%) - 104,45 (7,06%)
FR0064 (15 Mei 2028): 90,15 (7,65%) - 90,50 (7,59%)
FR0078 (15 Mei 2029): 103,85 (7,69%) - 104,35 (7,62%)
FR0065 (15 Mei 2033): 87,80 (8,09%) - 88,00 (8,07%)
FR0068 (15 Maret 2034): 102,20 (8,12%) - 102,75 (8,05%)
FR0075 (15 Mei 2038): 93,35 (8,19%) - 93,75 (8,15%)
FR0079 (15 April 2039): 101,00 (8,27%) - 101,60 (8,21%)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top