Aktivitas Pengeboran di AS Menyusut, Harga Minyak Mulai Berotot

Harga minyak naik pada perdagangan Senin (22/4/2019) pagi akibat dorongan penurunan aktivitas pengeboran Amerika Serikat dan pengurangan produksi oleh OPEC.
Hafiyyan | 22 April 2019 08:21 WIB
Ilustrasi - Rig pengeboran lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak naik pada perdagangan Senin (22/4/2019) pagi akibat dorongan penurunan aktivitas pengeboran Amerika Serikat dan pengurangan produksi oleh OPEC.

Pada perdagangan Senin (22/4/2019) pukul 7.50 WIB, harga minyak WTI kontrak Mei 2019 naik 0,56 poin atau 0,88% menjadi US$64,56 per barel. Dalam waktu yang sama, minyak Brent kontrak Juni 2019 meningkat 0,62 poin atau 0,86% menuju US$72,59 per barel, level tertinggi sejak November 2018.

Head of Trading SPI Asset Management Stephen Innes menyampaikan, harga minyak sedang berada di dalam jalur menanjak. Sejumlah sentimen yang memengaruhi ialah pemotongan pasokan Arab Saudi, penurunan jumlah rig AS, dan gangguan produksi di Libya serta Venezuela.

Laporan perusahaan layanan energi Baker Hughes menyebutkan, jumlah rig pada pekan ini mencapai 825 buah. Jumlah itu turun 8 rig dari pekan sebelumnya, setelah 3 pekan ke belakang jumlah rig cenderung bertumbuh.

Menyusutnya jumlah rig disebabkan perlambatan produksi di Permian, dan cekungan produksi utama lainnya. Rig merupakan indikator awal produksi minyak AS ke depan, sehingga cukup diperhatikan oleh pelaku pasar.

Sementara itu, OPEC dan sekutunya berupaya mengetatkan pasar minyak global sejak awal 2019 untuk menopang peningkatan harga. Hal ini terbukti sukses karena harga WTI berhasil menanjak sekitar 42% sepanjang tahun berjalan dari akhir 2018 senilai US$45,41 per barel.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, amerika serikat

Sumber : Reuters, Bloomberg

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup