Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurs Tengah Melemah 53 Poin, Mayoritas Mata Uang di Asia Tertekan Penguatan Dolar AS

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (28/3/2019) di level Rp14.255 per dolar AS, melemah 53 poin atau 0,37% dari posisi Rp14.202 pada Rabu (27/3).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  11:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (28/3/2019) di level Rp14.255 per dolar AS, melemah 53 poin atau 0,37% dari posisi Rp14.202 pada Rabu (27/3).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.326 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.184 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 32 poin atau 0,23% ke level Rp14.240 per dolar AS pada pukul 10.37 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, rupiah dibuka dengan pelemahan 8 poin atau 0,06% di level Rp14.216 per dolar AS, setelah pada perdagangan Rabu (27/3/2019) ditutup melemah 35 poin atau 0,25% di posisi Rp14.208 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.216-Rp14.250 per dolar AS.

Rupiah melemah di saat mayoritas mata uang lainnya di Asia juga tertekan, dipimpin peso Filipina yang terdepresiasi 0,24%. Di sisi lain, yen Jepang menguat paling tajam sebesar 0,28%.

Sementara itu, indeks dolar AS yang merupakan ukuran kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, bergerak menguat 0,11% atau 0,11 poin di level 96,884 pada pukul 11.11 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka menguat 0,19% atau 0,186 poin di level 96,960, setelah pada akhir perdagangan Rabu (27/3) ditutup menguat 0,04% atau 0,038 poin ke level 96,774.

Dilansir Reuters, dolar AS menguat setelah lebih banyak bank sentral memilih untuk beralih ke sikap kebijakan dovish di tengah memburuknya prospek ekonomi.

Pergantian terbaru datang dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), yang mengejutkan pasar pada hari Rabu (27/3) dengan mengungapkan kemungkinan rencana penurunan suku bunga, bergabung dengan sejumlah bank sentral lain yang berubah dovish.

Dengan banyak bank sentral lain bersikap defensif, dolar mampu mengesampingkan dampak dari penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS ke posisi terendah dalam 15 bulan terakhir.

"Imbal hasil Treasury memang lebih rendah. Tapi ini tidak terlalu mempengaruhi dolar karena imbal hasil masih pada tingkat yang relatif menarik terhadap obligasi yang ada di zona euro dan sekarang di Selandia Baru, yang baru saja berubah dovish," kata Takuya Kanda, manajer umum di Gaitame.Com Research Institute, seperti dikutip Reuters.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)               

28 Maret

14.255

27 Maret

14.202

26 Maret

14.171

25 Maret

14.223

22 Maret

14.157

Sumber: Bank Indonesia

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs tengah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top