Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Resmi Melantai di BEI, Saham Wahana Interfood Nusantara (COCO) Naik 69,7 Persen di Awal Dagang

Produsen kakao dan coklat PT Wahana Interfood Nusantara Tbk.  resmi melantai di Bursa Efek Indonesia setelah melakukan pencatatan perdana atau listing di Bursa Efek Indonesia, Rabu (20/3/2019). 
Jajaran Direksi PT Wahana Interfood Tbk. (COCO) usai listing di Bursa Efek Indonesia, Rabu (20/3/2019)./Bisnis/Azizah Nur Alfi
Jajaran Direksi PT Wahana Interfood Tbk. (COCO) usai listing di Bursa Efek Indonesia, Rabu (20/3/2019)./Bisnis/Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen kakao dan coklat PT Wahana Interfood Nusantara Tbk.  resmi melantai di Bursa Efek Indonesia setelah melakukan pencatatan perdana atau listing di Bursa Efek Indonesia, Rabu (20/3/2019). 

Emiten yang mendapat kode saham COCO itu, menjadi emiten ke-7 yang tercatat di BEI pada 2019 dan ke-626 di bursa saat ini. Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek. 

Jumlah saham yang dicatatkan sebesar 508 juta saham. Adapun, jumlah saham yang dilepas sebanyak 168 juta saham baru atau 33,07% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan harga perdana saham sebesar Rp198 per saham. 

Pada awal perdagangan, saham COCO naik 69,7% ke level Rp336 per saham. 

Berdasarkan catatan Bisnis.com, dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham ini setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 23,03% digunakan untuk belanja modal berupa tanah seluas 6.280 meter persegi yang berlokasi di Jalan Raya Parakan Muncang-Tanjungsari, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. 

Lebih lanjut, sekitar 15,81% digunakan untuk pembayaran uang muka kepada kontraktor untuk membangun pabrik seluas 2.291,60 meter persegi di Jalan Raya Parakan Muncang-Tanjungsari, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pembangunan pabrik direncanakan mulai Juni 2019. 

Sementara itu, 61,16% sisanya akan digunakan sebagai pembayaran uang muka pembelian mesin baru untuk produksi. Total nilai pembelian mesin baru sebesar Rp18,56 miliar. 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Azizah Nur Alfi
Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper