Tingkat Keritelan SBN Seri ST-003 Lebih Baik dari ST-002

Tingkat keritelan pemasaran instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri Sukuk Tabungan ST-003 semakin baik, tercermin dari nilai rata-rata pemesanan per investor yang semakin rendah, yakni Rp224,47 juta.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  14:15 WIB
Tingkat Keritelan SBN Seri ST-003 Lebih Baik dari ST-002
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Lucky Alfirman (Kanan) berbincang dengan Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Dwi Irianti Hadiningdyah (kiri) saat meluncurkan Sukuk Tabungan ST-003 di Jakarta, Jumat (1/2/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA -- Tingkat keritelan pemasaran instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri Sukuk Tabungan ST-003 semakin baik, tercermin dari nilai rata-rata pemesanan per investor yang semakin rendah, yakni Rp224,47 juta.
 
Berdasarkan pengumuman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), total pemesanan ST-003 mencapai Rp3,13 triliun dengan jumlah investor sebanyak 13.932 investor.
 
Dengan demikian, rata-rata nilai pemesanan per investor adalah senilai Rp224,47 juta. Nilai ini semakin mengecil dibandingkan penerbitan instrumen-instrumen terdahulu.
 
Jumlah investor terbesar adalah yang melakukan pembelian pada rentang Rp1 juta-Rp100 juta, yang mencapai 67,47%.
 
"Rata-rata volume pembelian per investor sebesar Rp224,47 juta atau mempunyai tingkat keritelan yang lebih baik dibandingkan ST-002 sebesar Rp300,16 juta dan SBR005 sebesar Rp236,12 juta," ungkap DJPPR dalam keterbukaan informasi, Senin (25/2/2019).
 
Total pembelian ST-003 mengalami oversubscribe sekitar 1,56 kali dari target pemerintah sebesar Rp2 triliun.
 
Dari 13.932 investor ST-003, generasi milenial mendominasi sebesar 51,74% atau sebanyak 7.209 investor. Jumlah investor baru juga didominasi oleh generasi milenial, yakni 53,7% atau 8.756.
 
Generasi Z (di bawah 19 tahun) yang berinvestasi pada ST-003 sebanyak 12 investor. Hal ini mengindikasikan bahwa generasi muda sudah tertarik untuk berinvestasi pada ST-003 dan menjadi investor potensial di masa depan.
 
Porsi investor di wilayah Indonesia Tengah sebesar 8,23%, meningkat dibandingkan ST-002 yang sebesar 7,43%. Sementara itu, porsi investor di wilayah Indonesia Timur adalah 0,53%, meningkat dibandingkan ST-002 yang sebanyak 0,42%. 
 
Ini menunjukan sinyal positif dengan peningkatan jumlah investor di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
 
Jangkauan penjualan ST-003 semakin luas dengan mencakup keseluruhan provinsi oleh salah satu perusahaan financial technology (fintech) yaitu Bareksa dengan 34 provinsi disusul BRI dengan 33 provinsi.
 
Sampai dengan Februari 2019, pemerintah telah menerbitkan dua instrumen SBN ritel (SBR005 dan ST-003) dengan total nominal penerbitan mencapai Rp7,133 triliun. Penerbitan Instrumen SBN ritel tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sukuk

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top