BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Rupiah Masih Bergerak Negatif

Rupiah masih berada di zona merah setelah Bank Indonesia memutuskan untuk tidak mengubah besaran suku bunga acuan di level 6%.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  15:39 WIB
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Rupiah Masih Bergerak Negatif
Karyawan menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan mata uang Garuda masih berada di zona merah setelah Bank Indonesia mengumumkan suku bunga acuan tetap berada di level 6%.
 
Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (21/2/2019) pukul 15.06 WIB, rupiah melemah 0,220% atau turun 31 poin menjadi Rp14.075 per dolar AS. 
 
Analis PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra mengatakan keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menetapkan suku bunga acuan sesuai dengan prediksi analis karena pergerakan rupiah cenderung stabil sehingga wajar untuk tetap bertahan di level 6%.
 
“Walaupun demikian, kebijakan moneter tersebut tidak terlalu berdampak signifikan pada pergerakan mata uang Garuda. Pergerakan rupiah kali melemah masih disebabkan oleh faktor eksternal,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (21/2).
 
Dirilisnya notulen dari pertemuan Federal Reserves Januari 2019, yang masih berencana untuk tidak menaikkan suku bunga pada tahun ini kecuali terdapat pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang tinggi di Amerika Serikat (AS), menjadi katalis negatif bagi rupiah.
 
Selain itu, faktor koreksi dari dolar AS yang terus tertekan juga menjadi sentimen bagi rupiah yang kembali melemah pada perdagangan kali ini. 
 
Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan mata uang utama lainnya berhasil rebound setelah melemah selama lima hari berturut-turut, dengan penguatan sebesar 0,15% menjadi 96,600.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Suku Bunga

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top