KINERJA 2018 : Penjualan Multi Bintang Indonesia (MLBI) Tumbuh 7,67%

PT Multi Bintang Indonesia Tbk. mencatatkan penjualan sebesar Rp3,65 triliun sepanjang 2018, naik 7,67% dibandingkan dengan penjualan pada tahun sebelumnya sebesar Rp3,39 triliun. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  18:03 WIB
KINERJA 2018 : Penjualan Multi Bintang Indonesia (MLBI) Tumbuh 7,67%
PT Multi Bintang Indonesia Tbk sebagai produsen bir Bintang - wikipedia.org

Bisnis.com, JAKARTA — PT Multi Bintang Indonesia Tbk. mencatatkan penjualan sebesar Rp3,65 triliun sepanjang 2018, naik 7,67% dibandingkan dengan penjualan pada tahun sebelumnya sebesar Rp3,39 triliun. 

Direktur Independen Multi Bintang Indonesia Bambang Britono mengatakan, perseroan optimistis akan terus mencatatkan pertumbuhan penjualan yang berasal dari kategori bir dan non-bir, pada tahun ini. 

Pada 2018, kontribusi penjualan terbesar berasal dari penjualan lokal sebesar 98,65% atau sebesar Rp3,65 triliun. Adapun, 1,35% sisanya atau sebesar Rp49,26 miliar berasal dari penjualan ekspor. 

Penjualan produk alkohol sebesar Rp3,26 triliun atau berkontribusi sebesar 89,43% terhadap penjualan. Sementara itu, penjualan produk non-alkohol sebesar Rp385,68 miliar atau 10,57% terhadap total penjualan. 

Optimisme ini sejalan dengan diversifikasi produk yang dilakukan emiten dengan kode saham MLBI ini. Bambang mengatakan selain memproduksi beberapa varian bir, MLBI juga melakukan diversifikasi produk dengan meluncurkan produk minuman kategori apple cider dengan merek dagang Strongbow. 

Dia mengatakan, produk minuman fermentasi apel ini relatif relatif baru di Indonesia. Selain Strongbow cider, produk minuman non-bir lainnya yakni Fayrouz. 

Bambang menambahkan, perseroan akan meluncurkan produk baru, meski tak dijelaskan terkait segmen produk yang disiapkan. 

"Kami mengharapkan pertumbuhan MLBI tidak saja dari bisnis organik [bir] tetapi juga dari bisnis non organik [non bir]," katanya kepada Bisnis.com, Rabu (20/2/2019). 

Soal laba yang tertekan pada 2018, Bambang menjelaskan ini terkait dengan pengembalian cukai di tahun 2017. Dia mengatakan, pada 2017 ada pengembalian cukai sebesar Rp206 miliar. 

Perseroan mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,22 triliun pada 2018, turun 7,35% dari laba bersih pada 2017 sebesar Rp1,32 triliun.  "Kalau itu dikeluarkan, laba bersih di tahun 2018 naik 5% dari tahun lalu," katanya. 

Harga saham MLBI pada perdagangan Rabu (20/2/2019) ditutup pada level Rp17.900 per saham. Adapun, dalam sepekan terakhir harga saham MLBI naik 4,53%. MLBI berada di level PER 30,81 kali dengan kapitalisasi pasar Rp37,72 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, multi bintang

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top