Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dibayangi Katalis Positif, Eagle High (BWPT) Optimistis Kinerja 2019 Lebih Baik

Emiten perkebunan, PT Eagle High Plantations Tbk. optimistis kinerja tahun ini bakal lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  16:58 WIB
Perkebunan kelapa sawit - Istimewa
Perkebunan kelapa sawit - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan, PT Eagle High Plantations Tbk. optimistis kinerja tahun ini bakal lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.

Investor Relations Eagle High Plantations Sebastian mengungkapkan bahwa awal tahun ini, harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mulai merangkak naik. Kabar baik lain yakni karena prediksi permintaan bakal berada di atas permintaan.

"Mulai dari awal 2019, produksi permintaan bakal di atas produksi. Ini baik, karena harga pasti naik," ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (19/2/2019).

Selain itu, permintaan dari China diprediksikan naik tajam hingga 8%, setelah flat dalam beberapa tahun terakhir.

Produksi tandan buah segar (TBS), CPO dan palm kernel oil pada Januari 2019 masing-masing sebesar 131.981 ton, 27.971 ton dan 4.289 ton, masing-masing naik 84,9%, 85% dan 78% dari Januari 2018.

Peningkatan produksi ini, sejalan dengan peningkatan jumlah pohon kelapa sawit yang masuk usia prima. Dalam catatan Bisnis.com, BWPT berencana untuk melakukan pengembangan lima pabrik seiring dengan kondisi pohon kelapa sawit yang mencapai usia prima. Pohon yang telah mencapai usia prima berpotensi menambah kapasitas produksi perseroan.

Pada tahun ini, BWPT mengalokasikan belanja modal senilai Rp150 miliar. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk membangun 1 pabrik baru di Kalimantan Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten pt eagle high plantation tbk. (BWPT)
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top