Sarana Menara (TOWR) Peroleh Pinjaman Rp508 Miliar dari MUFG Bank cabang Jakarta

Emiten infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk. melaporkan baru saja mendapatkan pinjaman dari MUFG Bank Ltd. cabang Jakarta dengan nilai mencapai JPY3.977.400.000 atau sekitar Rp508 miliar.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  17:51 WIB
Sarana Menara (TOWR) Peroleh Pinjaman Rp508 Miliar dari MUFG Bank cabang Jakarta
Pengunjung beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk. melaporkan baru saja mendapatkan pinjaman dari MUFG Bank Ltd. cabang Jakarta dengan nilai mencapai JPY3.977.400.000 atau sekitar Rp508 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan sandi TOWR tersebut melalui entitas anaknya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) telah menandatangani perjanjian pinjaman tersebut pada 14 Februari 2019.

“Jumlah fasilitas pinjaman berulang sampai JPY3,98 miliar dengan tujuan membiayai kebutuhan umum Protelindo,” ungkap Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Nusantara, Irfan Ghazali melalui keterbukaan, Senin (18/2/2019).

Jangka waktu dari pinjaman tersebut yaitu 3 tahun sejak tanggal penandatanganan dengan bunga per tahun dari Tokyo Interbank Offering Rate (Jibor). Tidak terdampak dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan.

Bisnis.com mencatat awal bulan ini perseroan juga mendapat pinjaman dari MUFG Bank Ltd. cabang Jakarta senilai Rp500 miliar melalui entitas anaknya iForte. Pinjaman tersebut disepakati pada 6 Februari 2019.

Emiten menara Grup Djarum tersebut pada awal tahun ini menyampaikan telah membukukan kontrak pengadaan infrastruktur telekomunikasi sebesar Rp5,8 triliun. Kontrak tersebut akan direalisasikan perseroan baik melalui peningkatan densifikasi maupun perluasan jaringan.

Presiden Direktur Sarana Menara  Nusantara Aming Santoso menyampaikan perseroan telah mengantongi lebih dari 1.600 order sewa untuk kolokasi dan BTS atau tower baru yang seluruhnya ditargetkan selesai tahun ini. Perseroan pun tengah menggencarkan perpanjangan kontrak dengan operator penyewa jasa.

"Kami melihat operator telekomunikasi akan terus berinvestasi dan mengeluarkan belanja modal untuk meningkatkan jangkauan dan kapasitas mereka. Kami bekerja sama dengan operator untuk mendorong ekspansi usaha tersebut," ungkap Aming.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sarana menara nusantara, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top