Investor Cari Aset Safe-Haven, Dolar di Kisaran Level Tertinggi 6 Pekan

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,04% atau 0,039 poin ke level 96,676 pada pukul 10.39 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho | 11 Februari 2019 11:58 WIB
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (9/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat masih bergerak pada kisaran level tertinggi enam pekan terhadap sejumlah mata uang karena kekhawatiran baru atas ketegangan perdagangan AS-China no dan pertumbuhan global mendorong investor mencari aset safe-haven.

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,04% atau 0,039 poin ke level 96,676 pada pukul 10.39 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka menguat 0,03% atau 0,026 poin di level 96,663, setelah  ditutup  menguat 0,13 poin atau 0,13% di level 96,637 pada perdagangan Jumat (8/2).

"Pembicaraan AS-China adalah fokus utama pekan ini dan penguatan dolar merupakan indikasi sentimen pasar yang berhati-hati karena greenback menjadi aset safe-haven," kata Nick Twidale, chief operating officer di Rakuten Securities Australia, seperti dikutip Reuters.

Seperti dilansir Reuters, para negosiator AS pekan ini akan mendesak China pada permintaan untuk mereformasi perlakuan terhadap hak kekayaan intelektual perusahaan AS untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang dapat mencegah kenaikan tarif pada barang impor China.

Ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia telah menjadi pendorong utama sentimen investor global selama setahun terakhir.

Kepercayaan pasar terpukul pekan lalu ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak berencana untuk bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping sebelum batas waktu 1 Maret untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Trump telah berjanji untuk meningkatkan tarif impor barang china yang nilainya mencapai US$200 miliar menjadi 25% dari 10% jika kedua belah pihak tidak dapat mencapai kesepakatan pada 2 Maret.

Pada Senin pagi, ketika pasar China dibuka kembali setelah liburan satu pekan, dolar AS menguat 0,5% terhadap yuan di level 6,7753, sementara yuan offshore relatif tidak berubah pada level 6,7808.

Penguatan dolar masih terjadi meskipun Federal Reserve mengambil sikap dovish pada pertemuan kebijakan bulan Januari. Untuk saat ini, investor mencari aset safe haven karena kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang tajam.

Tag : nilai tukar, dolar as
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top