Indeks S&P 500 dan Dow Jones Turun Tipis, Nasdaq Diselamatkan Saham Teknologi

Pergerakan indeks S&P 500 dan Dow Jones berakhir turun tipis pada perdagangan Kamis (6/12/2018), setelah kekhawatiran berlanjutnya perang dagang diimbangi dengan penguatan saham internet dan teknologi.
Renat Sofie Andriani | 07 Desember 2018 06:33 WIB
Bursa AS

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks S&P 500 dan Dow Jones berakhir turun tipis pada perdagangan Kamis (6/12/2018), setelah kekhawatiran berlanjutnya perang dagang diimbangi dengan penguatan saham internet dan teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,32% atau 79,4 poin di level 24.947,67 dan indeks S&P 500 turun 0,15% atau 4,11 poin di 2.695,95. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite mampu berakhir naik 0,42% atau 29,83 poin di level 7.188,26.

Setelah mengambil jeda untuk menghormati mangkatnya mantan Presiden AS George H.W. Bush, aktivitas perdagangan bursa AS dimulai memerah pada awal perdagangan Kamis, dengan indeks S&P 500 turun sebanyak 2,9%. Namun bursa AS mampu mengikis sebagian besar pelemahannya, bahkan indeks Nasdaq berakhir di wilayah positif.

“Pasar telah mengalami oversold, “ kata Gary Bradshaw, wakil presiden senior dan manajer portofolio di Hodges Capital Management.

“Investor melihat mereka dapat melakukan pembelian untuk perusahaan bagus dengan valuasi yang jauh lebih murah dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu.

Aksi jual yang memukul bursa AS pada awal perdagangan dipengaruhi oleh pemberitaan penangkapan Chief Financial Officer (CFO) Huawei Technologies Meng Wanzhou di Kanada yang menghadapi potensi ekstradisi ke Amerika Serikat.

Penangkapan itu terjadi tepat pada saat antusiasme investor telah memudar dari sentimen kesepakatan 'gencatan senjata' perdagangan yang dicapai akhir pekan kemarin antara Amerika Serikat dan China.

Kesepakatan keduanya yang mendorong harapan tentang penyelesaian perbedaan atas konflik perdagangan kedua negara sempat memicu penguatan bursa saham global pada Senin (3/12).

“Anda telah mendengar berita penangkapan CFO Huawei yang saya pikir memberi beban ke dalam optimisme positif yang melingkupi pertemuan [AS dan China] pada akhir pekan,” kata Katie Nixon, kepala investasi untuk divisi manajemen aset di Northern Trust, seperti dilansir dari Reuters.

Pergerakan bursa saham tampaknya mendapatkan dukungan dari laporan Wall Street Journal bahwa pejabat Federal Reserve sedang mempertimbangkan apakah akan mengisyaratkan sikap wait and see baru setelah penaikan suku bunga yang berpotensi terjadi dalam pertemuan terakhir mereka tahun ini pada Desember.

Selain perdagangan, kekhawatiran seputar imbal hasil obligasi dan suku bunga telah menekan pasar saham dalam beberapa hari terakhir.

Imbal hasil obligasi AS jatuh pada Kamis (6/12), dengan imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun mencapai posisi terendah tiga bulan, setelah para pedagang mengurangi ekspektasi tentang jumlah kenaikan suku bunga yang akan diterapkan oleh The Fed di tengah melemahnya data ekonomi dan volatilitas pasar.

Saham keuangan, yang sensitif terhadap imbal hasil obligasi, pun turun 1,4%.

Adapun sektor energi turun 1,8% dan menjadi kelompok sektor dengan kinerja terburuk, akibat penurunan harga minyak setelah OPEC dan sekutu-sekutunya mengakhiri pertemuan mereka tanpa mengumumkan keputusan untuk memangkas produksi minyak mentah.

Meski demikian, penurunan pada S&P 500 diimbangi oleh penguatan saham perusahaan internet , saham Amazon, Netflix, dan beberapa perusahaan teknologi lainnya yang telah terpukul keras selama kemerosotan pasar dalam beberapa bulan terakhir.

Tag : wall street
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top