Kekhawatiran Stok Menghantui, Harga Karet Rebound

Harga karet berhasil rebound pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (5/12/2018), di tengah kekhawatiran seputar jumlah stok komoditas ini.
Renat Sofie Andriani | 05 Desember 2018 16:25 WIB
Petani menoreh pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (5/7). - ANTARA/Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet berhasil rebound pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (5/12/2018), di tengah kekhawatiran seputar jumlah stok komoditas ini.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Mei 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), rebound dan berakhir menguat 0,55% atau 0,90 poin di level 163,50 yen per kg.

Padahal harga karet hanya mampu dibuka stagnan di level 162,60 yen per kg, setelah berakhir melorot 1,39% atau 2,30 poin pada perdagangan Selasa (4/12).

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau berbalik melemah 0,28 poin atau 0,25% ke level 113,06 yen per dolar AS pada pukul 15.15 WIB, setelah dibuka terapresiasi tipis 0,01% atau 0,01 poin di posisi 112,77.

Pelemahan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih terjangkau bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan komoditas ini berpotensi terkerek.

Sejalan dengan karet Tocom, di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk pengiriman Mei 2019 juga mampu rebound meski hanya berakhir dengan kenaikan 0,04% atau 5 poin di posisi 11.140 yuan per ton.

Harga karet di Shanghai Futures Exchange mulai rebound saat dibuka menanjak 15 poin atau 0,13% di posisi 11.150 pagi tadi, setelah ditutup melorot 1,15% atau 130 poin di 11.135 yuan per ton pada Selasa (4/12).

Meski demikian, rebound harga karet hari ini tampak terbatas akibat kekhawatiran seputar stok dan kekuatan permintaan domestik serta penurunan harga minyak mentah.

“Harga karet masih mengalami tekanan akibat besarnya stok di China, sedangkan permintaan hilir lesu saat sejumlah produsen ban memperlambat produksi,” ujar Lin Liya, analis CIFCO Futures di Guangzhou, seperti dilansir Bloomberg.

Jumlah stok karet yang dimonitor oleh Shanghai Futures Exchange dilaporkan meningkat 2,4% menjadi 375.489 ton pekan lalu, setelah mengalami penyusutan terbesar dalam setahun pada pekan sebelumnya.

Adapun harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari 2019 hari ini terpantau merosot 1,8% atau 0,96 poin ke level US$52,29 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 15.05 WIB.

Harga minyak mentah tergelincir saat keraguan minat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memperburuk tanda-tanda membengkaknya surplus minyak di Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui, karet sintetis yang menjadi bahan subtitusi utama karet alam dibuat dari polimer turunan minyak, sehingga pergerakan harganya jelas dipengaruhi harga minyak yang menjadi bahan baku asalnya.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Mei 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

5/12/2018

163,50

+0,55%

4/12/2018

162,60

-1,39%

3/12/2018

164,90

+2,42%                

30/11/2018

161,00

+1,83%

29/11/2018

158,10

+0,38%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top