Fajar Surya Wisesa (FASW) Finalisasi Akuisisi Pabrik

Emiten produsen kemasan berbasis kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk. akan segera merampungkan proses akuisisi pabrik kertas pada sisa akhir tahun ini untuk dapat mengoperasikannya mulai tahun depan.
Dara Aziliya | 28 November 2018 23:15 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen kemasan berbasis kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk. akan segera merampungkan proses akuisisi pabrik kertas pada sisa akhir tahun ini untuk dapat mengoperasikannya mulai tahun depan.

Pabrik tersebut diharapkan akan menyokong permintaan packaging domestik yang terus tumbuh, sekaligus lebih dari 20 negara pasar ekspor perseroan. Pabrik yang terletak di Jawa Timur tersebut akan melengkapi operasional pabrik perseroan saat ini yang berada di Bekasi, Jawa Barat.

Sekretaris Perusahaan fajar Surya Wisesa Marco Hardy menyampaikan kapasitas pabrik tersebut akan sekitar 280.0000 ton—300.000 ton per tahun. Saat ini, perusahaan masih memfinalisasi sejumlah proses yang terkait regulasi akuisisi.

“Dengan akuisisi pabrik itu akan ada penambahan kapasitas sebesar 20%. Saat ini kami sedang menyelesaikan akuisisi ini. kami membeli asetnya sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku. Akan rampung di penghujung 2018,” ungkap Marco dalam paparan di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Marco menyampaikan pabrik baru tersebut akan mulai dikomersilkan pada tahun depan sehingga berkontribusi pada penjualan perseroan di 2019. Secara bertahap, perseroan akan kembali menaikkan kapasitas pabrik sebesar 300.000 ton pada 2020.

Adapun, emiten dengan sandi FASW tersebut mengakuisisi pabrik kertas milik PT Surabaya Agung Industri Pulp & Paper yang terletak di Gresik dan Driyorejo, Jawa Timur. Akuisisi tersebut dilaksanakan oleh entitas anak yang 99,99% sahamnya dimiliki FASW yaitu PT Dayasa Aria Prima.

Pascaakuisisi, FASW akan memiliki pabrik yang berdiri di atas lahan 40 hektare beserta 4 line fasilitas produksinya. Perseroan menggelontorkan US$60 juta atau sekitar Rp742,5 miliar untuk akuisisi pabrik tersebut, di mana 80% kebutuhan dananya akan diperoleh dari pinjaman bank.

Marco menyebut dengan kenaikan permintaan yang cukup pesat, perseroan membutuhkan solusi cepat untuk memperluas pasar sehingga memutuskan aksi akuisisi pabrik. Saat ini, perseroan hanya memiliki satu pabrik di Bekasi yang kapasitasnya 1,3 juta ton per tahun dan telah terutilisasi penuh.

Direktur Utama Fajar Surya Wisesa Yustinus Yusuf Kusumah menyampaikan pabrik di Surabaya tersebut akan memproduksi kertas yang sama dengan yang selama ini diproduksi oleh pabrik perseroan yang terletak di Bekasi.

“Ini merupakan ekstensi kami untuk memenuhi permintaan pelanggan di Surabaya. Melihat kondisi pasar, ada juga potensi kenaikan penjualan karena ada peluang dari permintaan China,” ungkap Yustinus.

Berdasarkan data perseroan, pada 9 bulan pertama tahun ini penjualan ekspor telah berkontribusi hingga 30% pada total penjualan, melonjak dari posisi 6% pada periode sama tahun sebelumnya.

Adapun, perseroan akan mengekspor 50%—70% produksi dari pabrik di Jatim tersebut ke luar negeri. Selain China, perseroan akan memperbesar ekspor ke negara lain yang selama ini telah menjadi pasar perseroan.

Tag : kinerja emiten, fajar surya wisesa
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top