Bursa China Terpeleset ke Zona Merah

Pergerakan bursa saham China berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (5/11/2018), mematahkan penguatan selama empat hari beruntun sebelumnya, di tengah penantian para pelaku pasar atas hasil pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 November 2018  |  16:32 WIB
Bursa China Terpeleset ke Zona Merah
Bursa Shanghai Composite Index - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham China berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (5/11/2018), mematahkan penguatan selama empat hari beruntun sebelumnya, di tengah penantian para pelaku pasar atas hasil pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).

Hasil pemilu paruh waktu AS yang akan digelar pada Selasa (6/11) waktu setempat tersebut dapat mengubah arah kebijakan Gedung Putih sehubungan dengan perdagangan.

Indeks Shanghai Composite berakhir turun 0,41% atau 11,04 poin di level 2.665,43, setelah ditutup menguat 2,70% atau 70,24 poin di posisi 2.676,48 pada Jumat (2/11).

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham blue chip berakhir dengan pelemahan 0,83% atau 27,41 poin di level 3.262,84 hari ini, setelah pada perdagangan terakhir pekan lalu ditutup melonjak 3,56% atau 113,21 poin di level 3.290,25.

Dilansir Reuters, investor kembali mengkhawatirkan perang dagang setelah Larry Kudlow, penasihat ekonomi Gedung Putih, menyangkal bahwa pemerintah AS telah menyusun perjanjian perdagangan dengan pemerintah China.

“Gaya bahasa China dan AS untuk menyelesaikan ketegangan membawa bursa saham China dan Hong Kong naik lebih tinggi Jumat lalu. Ketika euforia mereda, investor menambahkan lebih banyak eksposur menjelang pemilu paruh waktu di AS pekan ini,” kata Steven Leung, direktur penjualan di UOB Hay Kian di Hong Kong.

Sentimen negatif pada investor juga dipengaruhi oleh pengumuman Presiden China Xi Jinping tentang bursa saham baru untuk perusahaan-perusahaan inovatif di Shanghai. Menurut seorang analis di broker lokal, langkah ini bisa memisahkan dana dari pasar A-share yang sudah lesu.

Pemerintah China akan mendirikan bursa saham baru di Shanghai yang akan memudahkan perusahaan-perusahaan teknologi tinggi untuk mengakses pendanaan.

Langkah ini dilakukan seiring dengan janji Xi Jinping untuk langkah-langkah yang lebih terbuka demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi China.

Dalam pidato pembukaan Pameran Impor Internasional China pada Senin (5/11), Xi Jinping mengatakan Shanghai Stock Exchange juga akan memulai program percontohan pada sistem pendaftaran penawaran umum perdana (IPO)

Dilansir Bloomberg, salah seorang sumber mengatakan pasar modal baru tersebut, yang mungkin mengesampingkan pendapatan dan persyaratan pendapatan perusahaan, akan beroperasi di Shanghai Stock Exchange, dan dapat dibuka pada awal tahun depan.

Zhang Gang, analis Central China Securities yang berbasis di Shanghai, mengatakan sebagian besar investor domestik khawatir bahwa bursa baru itu akan mengambil bisnis dari Shenzhen, rumah bagi banyak perusahaan teknologi.

Sejalan dengan bursa China, indeks Hang Seng Hong Kong tergelincir dan berakhir merosot 2,08% atau 551,96 poin di level 25.934,39 hari ini, mematahkan penguatan yang dibukukan tiga hari berturut-turut sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa china, shanghai composite index

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top