Penerbitan Komodo Greenbond IFC, Langkah Positif Pengenalan Indonesia

Berbagai pihak menilai Komodo Greenbond yang diterbitkan International Finance Corporation (IFC) sebagai langkah positif pengenalan Indonesia di mata dunia.
Rinaldi Mohammad Azka | 08 Oktober 2018 11:19 WIB
Logo IFC

Bisnis.com, NUSADUA, Bali - Berbagai pihak menilai Komodo Greenbond yang diterbitkan International Finance Corporation (IFC) sebagai langkah positif pengenalan Indonesia di mata dunia.

Bertepatan dengan pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG) 2018 di Nusa Dua, Bali, IFC sebagai anggota dari WBG telah mengeluarkan obligasi rupiah perdana Komodo Green Bond. IFC berhasil meraup Rp2 triliun atau setara US$134 juta guna memerangi perubahan iklim.

Kepala SSA DCM, J.P. Morgan, John Lee Tin, menilai investor bereaksi positif terhadap transaksi Komodo IFC yang pertama dengan denominasi rupiah.

"Penerbitan obligasi di luar negeri berdenominasi valuta asing (eurobond) ini menghasilkan permintaan yang lebih besar dari yang ditargetkan. Mengingat tingkat volatilitas di pasar negara berkembang, kelebihan permintaan pada transaksi ini merupakan keberhasilan yang besar," jelasnya seperti dikutip dari keterangan pers, Senin (8/10/2018).

Selain itu, IFC memperluas cakupan investor dari obligasi hijau dengan menggunakannya sebagai peluang untuk menambah denominasi mata uang baru, dan dengan demikian menambah basis investor baru, untuk upaya kesadaran iklim penerbit obligasi.

Kepala Global, Pasar Kredit, Standard Chartered Bank, Henrik Raber, mengatakan, Standard Chartered berkomitmen untuk mengembangkan solusi pembiayaan yang lebih hemat karbon di pasar utama mereka.

"Respons yang kuat dari investor atas transaksi IFC menunjukkan meningkatnya fokus dan pentingnya komunitas investor global dalam mendukung solusi pembiayaan berkelanjutan guna membantu mengatasi perubahan iklim,” paparnya.

Sejak meluncurkan Program Obligasi Hijau, IFC telah berhasil mengumpulkan miliaran dolar untuk energi bersih, kota-kota pintar iklim, bangunan berwawasan lingkungan (green building) dan keuangan berwawasan lingkungan (green finance).

Sebagaimana diungkapkan dalam laporan mengenai dampak yang dihasilkan oleh obligasi berwawasan lingkungan (IFC’s Green Bond Impact Report) yang diterbitkan hari ini, IFC telah menerbitkan 32 obligasi berwawasan lingkungan senilai US$1,8 miliar — pencapaian tertinggi untuk IFC — dalam tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni 2018.

Jumlah proyek yang didukung oleh Program Obligasi Berwawasan Lingkungan IFC telah melonjak menjadi 52 proyek di tahun fiskal 2018, dari 32 proyek di tahun fiskal 2017. Pencapaian ini merupakan yang tertinggi dalam jumlah dan nilai proyek yang dibiayai green bond sepanjang masa.

Portofolio ini diharapkan akan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca setiap tahun sebesar setara dengan 6,3 juta metrik ton karbon dioksida — peningkatan dari 2,2 juta metrik ton pada tahun fiskal 17.

Pada penutupan TF18, obligasi hijau dari IFC ini telah mendukung sebanyak 177 proyek investasi. IFC menerbitkan obligasi hijau pertamanya pada tahun 2010 dan pada akhir TF18 telah mengeluarkan sebesar total US$7,6 miliar untuk 111 obligasi hijau dalam 13 mata uang dan membantu bank klien di Filipina, Indonesia, dan negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Tag : ifc
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top