Indosat (ISAT) Bakal Lunasi Obligasi dengan Pinjaman Bank

Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk. berencana melunasi dua surat utang perseroan yang akan segera jatuh tempo dengan menggunakan pinjaman perbankan. Kedua obligasi tersebut akan jatuh tempo pada November 2018.
Dara Aziliya | 21 September 2018 17:16 WIB
Logo Indosat Ooredoo di kantor pusat PT Indosat Tbk. - Indosat

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk. berencana melunasi dua surat utang perseroan yang akan segera jatuh tempo dengan menggunakan pinjaman perbankan. Kedua obligasi tersebut akan jatuh tempo pada November 2018.

President Director and Chief Executive Officer Indosat, Joy Wahjudi menyampaikan perseroan memiliki pinjaman yang belum diutilisasi hingga saat itu. Berdasarkan pipeline perseroan, dana tersebut akan digunakan untuk membayar utang perseroan.

“Obligasi kami yang akan jatuh tempo tersebut rencananya akan dibayar dengan menggunakan fasilitas pinjaman yang belum kami gunakan,” ungkap Joy pada Bisnis, Jumat (21/9).

Joy menyampaikan nilai pinjama perseroan tersebut fleksibel, tergantung pada kondisi perekonomian saat penarikan dana tersebut. Kendati demikian, dia menyebut nilai pinjaman terebut akan berkisar Rp2 triliun—Rp2,5 triliun.

Berdasarkan catatan Bisnis, emiten dengan sandi ISAT tersebut memiliki dua obligasi yang akan jatuh tempo pada semester II/2018. Pertama, Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015 Seri A. Niilai obligasi tersebut yaitu Rp201 miliar dan jatuh tempo pada 8 Desember 2018.

Kedua, Obligasi Berkelanjutan II ISAT Tahap II Tahun 2017 Seri A. Nilai obligasi tersebut yaitu Rp1,017 triliun dan jatuh tempo 19 November 2018. Secara total, pada semester II/2018 ini perseroan harus melakukan refinancing sebesar Rp1,22 triliun.

Pada kuartal II/2018, Indosat juga baru saja menerbitkan surat utang yaitu Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap III Tahun 2018 dengan jumlah penerbitan obligasi sebesar Rp2,72 triliun dan harga penawaran sebesar 100% dari nominal tersebut.

Seri A diterbitkan senilai Rp1,21 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,05% per tahun, berjangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal emisi. Seri B diterbitkan senilai Rp630 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,40% per tahun, berjangka waktu 3 tahun sejak Tanggal Emisi.

Seri C senilai Rp98 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,65% per tahun dan tenor 5 tahun. Seri D Rp266 miliar dengan bunga 8,20% per tahun dan tenor 7 tahun. Seri E Rp516 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,70% per tahun dan tenor terpanjang, yakni 10 tahun.

Penerbitan obligasi masih menjadi pilihan utama Indosat untuk melakukan refinancing. Berdasarkan publikasi di situs resmi Kustodian Sentral Efek Indonesia, Indosat pun memiliki 28 surat utang yang akan jatuh tempo selama 2019—2028.

Pada tahun depan, perseroan memiliki empat surat utang yang akan mature yang akan jatuh tempo pada Mei, Juni, September, dan Desember dengan nilai total mencapai Rp4,2 triliun.

Pada semester pertama 2018, perseroan membukukan rugi sebesar Rp435,95 miliar, setelah sempat membukukan untung sebesar Rp869,33 miliar pada semester I/2017. Pada periode tersebut, perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp693,7 miliar, setelah pada semester I/2017 masih membukukan laba sebesar Rp784,21 miliar.

Tag : Obligasi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top