Rifan Financindo Segera Akuisisi 2 Kantor Berjangka

Setelah membuka cabang di Yogyakarta, PT Rifan Financindo Berjangka bersiap membuka dua cabang lagi pada tahun ini.n 
Gloria N. Dolorosa | 06 Agustus 2018 14:54 WIB
Sejumlah karyawan PT Bursa Berjangka Jakarta memantau transaksi perdagangan komoditas di Galeri JFX Jakarta. - Bisnis
Bisnis.com, YOGYAKARTA - Setelah membuka cabang di Yogyakarta, PT Rifan Financindo Berjangka bersiap membuka dua cabang lagi pada tahun ini.
 
Perusahaan pialang berjangka itu segera mengakuisisi kantor Bestprofit Futures di Kota Malang dan Solid Gold Berjangka di Makassar. Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya optimistis dua cabang baru itu akan dibuka pada sisa tahun ini sehingga total tiga cabang dibuka pada 2018. Saat ini Rifan Financindo Berjangka (RFB) sudah berada di Jakarta, Semarang, Solo,
Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, dan Pekanbaru.
 
"Kami melirik Yogyakarta karena sejumlah nasabah kami yang berinvestasi di kantor Jakarta adalah warga Yogyakarta. Jadi kami seperti menjemput bola. Target pasar kami di sini golongan menengah ke atas yang mampu berinvestasi minimal Rp100 juta," kata Teddy, Senin (6/8/2018).
 
RFB cabang Yogyakarta resmi dibuka pada Senin (6/8/2018). Lokasinya di Malioboro City, Sleman. RFB menunjuk Dewi Diananingrum sebagai kepala cabang DI Yogyakarta.
 
Teddy mengatakan berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia, Yogyakarta memiliki lebih dari 35.900 investor potensial. Selain itu, Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan wilayah agraris luas serta memiliki pertumbuhan ekonomi pesat.
 
Soal besaran investasi pendirian kantor cabang, RFB menghabiskan dana sekitar Rp10 miliar. Rinciannya, Rp5 miliar untuk modal kerja bersih disesuaikan dan sisanya untuk infrastruktur. 
 
Sementara itu, rencana buka cabang pada 2019 masih menanti kondisi politik di Tanah Air.
 
"Berdasarkan pengalaman, saat Pilpres 2004 dan 2009 pengusaha itu kebanyakan wait and see. Mudah-mudahan kalau kondisi sudah stabil, kami akan laksanakan lagi [buka cabang]," ujar Teddy.
 
Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang mengatakan industri PBK memang tengah berkembang seiring dengan peningkatan volume transaksi bilateral dan multilateral.
 
"Semakin banyak juga masyarakat dan pelaku usaha yang berminat terhadap PBK," ucapnya, Senin (6/8/2018).
 
Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, volume transaksi industri perdagangan berjangka komoditas (PBK) di Indonesia pada semester I/2018 bertumbuh 30,15% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/ y-o-y). Sementara, pada 2016 bertumbuh 6,40% y-o-y dan pada 2017 meningkat 0,48% y-o-y.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa berjangka

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top