Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ancaman Perang Dagang Seret Bursa China Ke Pekan Terburuk

Kekhawatiran perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China mendorong bursa saham di negeri Tirai Bambu memperpanjang pelemahannya pada perdagangan hari ini, Jumat (3/8/2018).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 03 Agustus 2018  |  16:39 WIB
Ancaman Perang Dagang Seret Bursa China Ke Pekan Terburuk
Bursa China SHCI - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kekhawatiran perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China mendorong bursa saham di Negeri Tirai Bambu memperpanjang pelemahannya pada perdagangan hari ini, Jumat (3/8/2018).

Indeks Shanghai Composite ditutup melemah 1% atau 27,58 poin di level 2.740,44, setelah berakhir merosot 2% atau 56,51 poin di posisi 2.768,02 pada Kamis (2/8).

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir melorot 1,65% atau 55,67 poin di level 3.315,28, setelah ditutup merosot 2,22% di level 3.370,96 pada perdagangan Kamis.

Baik indeks Shanghai Composite dan CSI 300 membukukan pekan terburuknya sejak Februari. Sepanjang pekan ini, CSI 300 telah turun 5,9%, sedangkan indeks Shanghai Composite turun 4,6%.

Sub indeks sektor finansial berakhir turun 0,46%, sektor bahan pokok konsumen turun 2,1%, indeks real estate turun 1,8%, dan sub indeks kesehatan ditutup turun 3,34%.

Dilansir dari Reuters, China berjanji untuk melakukan pembalasan jika AS mewujudkan ancamannya untuk menaikkan tarif pada ekspor China. Hal ini memicu kekhawatiran di pasar keuangan bahwa perang dagang antara dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut akan meningkat.

Sementara itu, survei swasta menunjukkan sektor jasa China berekspansi dengan laju terlemah dalam empat bulan pada bulan Juli, terbebani pertumbuhan bisnis baru dengan jumlah paling sedikit sejak Desember 2015.

Badan pemerintahan tingkat tinggi menyatakan bahwa China harus menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pencegahan risiko saat ketidakpastian eksternal meningkat. Lebih banyak perhatian harus diberikan pada “transmisi" kebijakan moneter.

Pada saat yang sama, beberapa analis meyakini jika perusahaan-perusahaan konsumen menderita "krisis kepercayaan diri" yang menyebar dari perusahaan-perusahaan kesehatan setelah skandal keamanan vaksin baru-baru ini memicu kemarahan luas serta mendorong para investor untuk mengurangi eksposur mereka.

Sejalan dengan bursa China, indeks Hang Seng Hong Kong lanjut berakhir turun 0,14% atau 38,24 poin di level 27.676,32, setelah ditutup merosot 2,21% di posisi 27.714,56 pada Kamis (2/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa china perang dagang AS vs China
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top