Yen Melemah, Harga Karet Tambah Naik

<p>Pergerakan harga karet di bursa komoditas Tokyo masih terus naik pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Selasa (31/7/2018), sejalan dengan pelemahan yen.</p>
Renat Sofie Andriani | 31 Juli 2018 16:25 WIB
Petani memanen getah karet di Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (13/5). - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga karet di bursa komoditas Tokyo masih terus naik pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Selasa (31/7/2018), sejalan dengan pelemahan yen.

Harga karet untuk pengiriman Januari 2019, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), hari ini berakhir menguat 0,47% atau 0,80 poin di posisi 170,40.

Harga bahan baku utama ban ini melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik tipis 0,06% atau 0,10 poin di posisi 169,70 pagi tadi, setelah berakhir menguat 0,95% atau 1,60 poin di posisi 169,60 yen per kg pada Senin (30/7).

Sementara itu, nilai tukar yen hari ini terpantau melemah 0,10% atau 0,11 poin ke posisi 111,17 per dolar AS pada pukul 14.03 WIB, setelah dibuka menguat tipis 0,03% atau 0,03 poin di posisi 111,03.

Seperti diketahui, pelemahan yen memberi angin segar bagi karet, yang dapat mengangkat harga komoditas ini dengan adanya potensi peningkatan permintaan dari pembeli.

Di sisi lain, harga karet untuk pengiriman September 2018 di Shanghai Futures Exchange berakhir turun 0,53% atau 55 poin di 10.305 yuan per ton, setelah mampu ditutup menguat 1,12% di posisi 10.360 pada Senin.

Menurut Takaki Shigemoto, analis perusahaan riset JSC di Tokyo, data yang menunjukkan perlambatan pada ekonomi China menimbulkan kekhawatiran tentang prospek untuk permintaan karet.

Seperti diberitakan, pertumbuhan sektor manufaktur China melambat pada Juli akibat terbebani eskalasi tensi dagang dengan Amerika Serikat, cuaca buruk, dan berkurangnya permintaan domestik.

Menurut data Biro Statistik Nasional (NBS), indeks pembelian manajer (Purchasing Managers’ Index/PMI) China turun 0,58% ke level 51,2 pada Juli dibandingkan bulan sebelumnya, atau di bawah perkiraan ekonom sebesar 51,3.

Perolehan tersebut menjadi yang terendah sejak Februari 2018, kendati masih berada di atas ambang batas 50 yang mengindikasikan ekspansi.

Sementara itu, indeks non-manufaktur PMI China yang memperhitungkan sektor jasa dan konstruksi, berada di level 54, atau turun dari level 55 pada Juni.

“Sebelumnya, harga karet [di bursa Shanghai] menguat di tengah kekhawatiran bahwa banjir di bagian utara Thailand dapat membatasi suplai dari eksportir terbesar tersebut,” tambah Shigemoto, dikutip Bloomberg.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Januari 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

31/7/2018

170,40

+0,47%

30/7/2018

169,60

+0,95%

27/7/2018

168,00

+0,54%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top