Eksportir Jepang Buru Yen, Tenaga Dolar AS Kendur

Tenaga indeks dolar AS sedikit mengendur pada perdagangan pagi ini, Selasa (24/7/2018), saat kinerja yen menguat di tengah aksi beli untuk mata uang ini oleh para eksportir Jepang.
Renat Sofie Andriani | 24 Juli 2018 11:23 WIB
Uang dolar AS. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Tenaga indeks dolar AS sedikit mengendur pada perdagangan pagi ini, Selasa (24/7/2018), saat kinerja yen menguat di tengah aksi beli untuk mata uang ini oleh para eksportir Jepang.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang dunia naik 0,03% atau 0,029 poin ke level 94,661 pada pukul 10.29 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka naik tipis 0,036 poin atau 0,04% di level 94,668, setelah pada perdagangan Senin (23/7) berakhir naik 0,17% atau 0,156 poin di posisi 94,632.

Sementara itu, kinerja mata uang yen lanjut terapresiasi 0,02% atau 0,02 poin ke 111,32 per dolar AS, setelah berakhir menguat 0,06% atau 0,07 poin di posisi 111,34 pada pukul 10.39 WIB.

Berlanjutnya penguatan yen pun membatasi momentum kenaikan greenback yang sebelumnya diangkat peningkatan imbal hasil obligasi AS seiring dengan ekspektasi bahwa bank sentral AS Federal Reserve akan tetap melakukan penaikan suku bunga pada tahun ini.

Lonjakan pada imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun ke level tertinggi lima pekan telah memberikan dukungan terhadap dolar AS pada perdagangangan Senin (23/7), terlepas dari kritik Presiden Donald Trump tentang dampak penguatan greenback dan kenaikan suku bunga The Fed terhadap ekonomi.

“Perekonomian AS berada dalam kondisi yang sangat sehat secara keseluruhan. Tidak dapat dibayangkan jika Federal Reserve berhenti menaikkan suku bunga,” kata Mitsuo Imaizumi, chief currency strategist di Daiwa Securities.

Meski demikian, penguatan dolar AS terhadap yen terkikis saat eksportir Jepang mengubah pendapatan asing mereka menjadi mata uang lokal. Untuk diketahui, perusahaan pengekspor berskala kecil biasanya membeli yen saat mendekati akhir bulan.

“Menjelang akhir bulan, eksportir Jepang akan berbaris untuk pesanan penjualan dolar. Penjualan akan meningkat jika dolar naik ke level sekitar 112 yen,” tambah Imaizumi, dikutip Reuters.

Dukungan lain untuk yen datang dari laporan Reuters bahwa bank sentral Jepang (Bank of Japan) sedang memperdebatkan langkah untuk mengurangi stimulus moneter besar-besaran, sehingga memacu tawaran untuk mata uang Jepang.

Posisi indeks dolar AS                                                                        

24/7/2018

(Pk. 10.29 WIB)

94,661

(+0,03%)

23/7/2018

94,632

(+0,17%)

20/7/2018                 

94,476

(-0,72%)

19/7/2018

95,164

(+0,08%)

18/7/2018

95,085

(+0,11%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : dolar as
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top