Pendanaan PLTU Jawa 9 & 10 Rampung Pertengahan 2019

Pemenuhan pembiayaan atau financial close proyek PLTU Jawa 9 dan 10 berkapasitas 2x1.000 MW ditargetkan selesai pada pertengahan 2019.
Hafiyyan | 18 Juli 2018 22:10 WIB
Ilustrasi. Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Pemenuhan pembiayaan atau financial close proyek PLTU Jawa 9 dan 10 berkapasitas 2x1.000 MW ditargetkan selesai pada pertengahan 2019.

Direktur Independen sekaligus CFO Barito Pacific David Kosasih menyampaikan bahwa financial close proyek PLTU Jawa 9&10 ditargetkan selesai pada 2019. Dengan demikian, fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi pada 2023.

Dalam proyek tersebut, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) memiliki 49% saham melalui PT Barito Wahana Lestari. Selebihnya, sebanyak 51% saham dipegang oleh anak usaha PT PLN (Persero) yakni PT Indonesia Power.

Financial closing proyek JV itu dilakukan pada pertengahan 2019 sehingga dapat beroperasi pada 2023,” ujarnya, Rabu (18/7/2018).

Total investasi proyek itu mencapai US$3,1 miliar. Skema pendanaan berasal dari internal dan eksternal dengan komposisi 30:70.

Menurut David, proyek PLTU Jawa 9&10 serta PLTPB Star Energy menjadi fokus perseroan dalam ekspansi di sektor kelistrikan.

Tag : kinerja emiten, barito pacific, PLTU Jawa 5
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top