Harga Karet Tembah Kendur Terancam Prospek Tarif Mobil

Pelemahan harga karet berlanjut pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Selasa (3/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 03 Juli 2018 14:49 WIB
Petani memanen getah karet di Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (13/5). - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan harga karet berlanjut pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Selasa (3/7/2018).

Harga karet untuk pengiriman Desember 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melemah 0,86% atau 1,50 poin di posisi 172,30 yen per kilogram (kg).

Pelemahan harga bahan baku utama ban ini mulai berlanjut saat dibuka turun 0,35% atau 0,60 poin di posisi 173,20, setelah berakhir melorot 1,42% atau 2,50 poin di level 173,80 pada perdagangan Senin (2/7).

Menurut Hideshi Matsunaga, analis perusahaan broker Sunward Trading, bursa karet tertekan kekhawatiran bahwa perlambatan pada perekonomian China dapat memperlemah permintaan untuk karet.

Seperti diketahui, Biro Statistik China (NBS) mencatat Indeks Pembelian Manajer (Purchasing Managers’ Index/PMI) China turun ke 51,5 pada Juni, di bawah perkiraan analis di level 51,6, dan turun dari 51,9 pada Mei.

Hasil tersebut sejalan dengan data baru-baru ini (pertumbuhan kredit, investasi, dan penjualan ritel) yang menunjukkan perlambatan ekonomi China, seiring dengan para pembuat kebijakan mengelola risiko utang dan memanasnya hubungan dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Adapun data indeks permintaan ekspor China juga berkontraksi untuk pertama kalinya sejak Februari 2018, turun 0,03% menjadi 49,8 dari bulan sebelumnya.

“Kekhawatiran bahwa AS dan China dapat menerapkan tarif mobil di tengah perselisihan dagang juga membebani bursa,” tambah Matsunaga, seperti dikutip Bloomberg.

Kebijakan saling berbalas tarif impor antara Amerika Serikat dan China akan memasuki babak baru pada pekan ini.

Pasalnya, mulai Jumat ini (6/7/2018), dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut akan mulai saling memberlakukan tarif lebih tinggi untuk ratusan jenis produk impor, sekaligus menandai eskalasi konflik yang besar.

Perselisihan tarif antara Presiden Donald Trump dan China mengancam batalnya upaya lobi selama bertahun-tahun oleh para produsen mobil serta membuat resah sejumlah brand mewah asal Eropa karena keputusan yang dibuat.

“Sebagian besar klien menunggu. Setelah isu perang dagang, banyak kendaraan impor seperti Mercedes-Benz atau BMW, khususnya BMW X4, X5, dan X6 yang dibuat di AS terdampak. Kami menginformasikan klien dapat membeli mobil-mobil pada harga yang dijanjikan sebelum 6 Juli, tetapi tidak ada jaminan setelahnya,” ujar Liu Yuanyuan, seorang sales manager.

Berbanding terbalik dengan karet, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2018 terpantau menguat 0,99% atau 0,73 poin ke posisi US$74,67 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 13.46 WIB.

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau melemah 0,12% atau 0,13 poin ke posisi 111,02 per dolar AS pada pukul 13.56 WIB, setelah berakhir melemah 0,13% atau 0,14 poin di level 110,89 pada perdagangan Senin (2/7).

Pergerakan Harga Karet Kontrak Desember 2018 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

3/7/2018

172,30

-0,86%

2/7/2018

173,80

-1,42%

29/6/2018

176,30

+0,63%

28/6/2018

175,20

+0,81%

27/6/2018

173,80

+0,75%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top