PBOC Tenangkan Pasar, Bursa China Rebound

Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China kompak rebound dan berhasil menetap di zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (3/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 03 Juli 2018 16:59 WIB
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China kompak rebound dan berhasil menetap di zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (3/7/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,41% atau 11,33 poin di level 2.786,89, setelah dibuka di zona merah dengan turun tipis 0,04% atau 0,99 poin di posisi 2.774,56.

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir naik 0,04% atau 1,32 poin di level 3.409,28, setelah dibuka dengan penguatan 0,07% atau 2,51 poin di posisi 3.410,48.

Pada perdagangan Senin (2/7), indeks Shanghai dan CSI 300 masing-masing berakhir anjlok 2,52% dan 2,93% di tengah memanasnya isu perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Dilansir dari Bloomberg, indeks Shanghai mampu membalik pelemahannya pada akhir perdagangan hari ini, menyusul komentar tak terduga oleh bank sentral China yang mendorong spekulasi bahwa pihak otoritas meningkatkan upaya untuk menghentikan pelemahan.

Gubernur People’s Bank of China (PBOC) Yi Gang membantu menenangkan keresahan pasar, dengan menegaskan kembali bahwa China akan menjaga mata uang tetap stabil pada tingkat ekuilibrium.

Saham bank dan perusahaan asuransi mendorong rebound ekuitas pada Shanghai, yang muncul setelah saham jatuh ke level terendahnya dalam dua tahun, menghampiri level terakhir yang terlihat selama aksi jual panik melanda pada awal 2016.

“Penurunannya terlalu banyak, jadi seharusnya ada aksi bargain hunting,” ujar Steven Leung, Direktur Eksekutif Uob Kay Hian (Hong Kong) Ltd di Hong Kong, seperti dikutip Bloomberg.

Kekhawatiran bahwa perselisihan perdagangan dengan AS akan merugikan ekonomi telah berhadapan dengan efek dari kampanye penurunan utang oleh pemerintah.

Pasar saham China pun bergoyang, dengan terkikisnya US$2 triliun dari nilai saham sejak puncak yang dicapai pada Januari. Pelemahan yuan sejak pertengahan Juni semakin mengintensifkan aksi jual.

Mulai Jumat pekan ini (6/7/2018), AS dan China akan mulai saling memberlakukan tarif lebih tinggi untuk ratusan jenis produk impor, sekaligus menandai eskalasi konflik yang besar.

“Hari ini hanya sebagian dari rebound pasar yang mungkin atau tidak mungkin berkelanjutan,” kata Liao Zhiming, analis Tianfeng Securities Co. “Ujian yang sesungguhnya adalah hari Jumat [6/7], saat investor sedang menantikan tarif yang dijatuhkan Trump.”

Berbanding terbalik dengan bursa China, indeks Hang Seng Hong Kong berakhir melemah 1,41% di level 28.545,57, perdagangan pertama pascalibur nasional.

 

 

Tag : bursa china
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top