BURSA ASIA: Pendekatan Trump Mengkhawatirkan, Indeks MSCI Merosot

Pergerakan bursa Asia merosot ke level terendah dalam sembilan bulan pada perdagangan pagi ini, Kamis (28/6/2018), di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai langkah pendekatan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap perdagangan.
Renat Sofie Andriani | 28 Juni 2018 09:16 WIB
bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa Asia merosot ke level terendah dalam sembilan bulan pada perdagangan pagi ini, Kamis (28/6/2018), di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai langkah pendekatan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap perdagangan.

Hal itu dikhawatirkan merugikan pertumbuhan ekonomi global bahkan saat pemerintah AS tampak memodifikasi pendekatannya untuk membatasi investasi China pada perusahaan teknologi AS.

Dilansir dari Reuters, indeks saham MSCI Asia Pacific, selain Jepang, turun 0,25% ke level terendah dalam sembilan bulan pada awal perdagangan, sedangkan indeks Nikkei Jepang turun 0,30%.

Sementara itu, indeks S&P 500 AS turun 0,6% pada perdagangan Rabu ke level penutupan terendah dalam satu bulan.

Di sisi lain, harga minyak AS mencapai level tertinggi dalam 3,5 tahun seiring dengan anjloknya jumlah stok minyak AS yang menambah kekhawatiran pasokan di pasar.

Pasar minyak sebelumnya telah terbebani ketidakpastian tentang ekspor Libya, gangguan produksi di Kanada, serta tuntutan pemerintah AS bagi para importir untuk berhenti membeli minyak mentah Iran.

Di China, pasar yang telah tertekan kekhawatiran tentang yuan serta perselisihan perdagangan dengan Amerika Serikat telah membuat investor bersiap menghadapi enam bulan terakhir yang penuh kerikil tahun ini.

Hal itu akan membuat para pedagang tetap fokus pada bursa saham China yang terpukul oleh aksi jual pada perdagangan Rabu (27/6), dengan indeks blue chips membukukan penurunan terburuk dalam lebih dari setahun.

Pada Rabu (27/6) waktu setempat, Trump berkata akan menggunakan proses peninjauan keamanan nasional yang diperkuat untuk menggagalkan akuisisi China terhadap teknologi Amerika yang sensitif. Ini dinilai pendekatan yang lebih lunak daripada menerapkan pembatasan investasi terhadap China.

Meskipun kabar itu sempat mengangkat bursa saham AS, optimisme dengan cepat menguap setelah penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa rencana Trump itu tidak menunjukkan sikap melunak pada China.

Pasar tetap gelisah dengan pendekatan bergaris keras Trump untuk mendapatkan kesepakatan dagang yang lebih baik. Sikapnya dikhawatirkan tidak hanya akan menjadi bumerang tetapi juga merugikan ekonomi global.

Dua kelompok dagang otomotif utama AS pada Rabu meemperingatkan bahwa pemberlakuan tarif sebesar hingga 25% pada kendaraan-kendaraan impor dapat merugikan lapangan pekerjaan di bidang otomotif, secara dramatis menaikkan harga kendaraan, serta mengancam industri yang terkait dengan mobil kemudi sendiri.

 

Tag : bursa asia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top