AKSI EMITEN 28 JUNI: WSBP Kantongi Rp2,8 Triliun, Rupiah Lemot Bebani BOLT

Berita tentang kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk serta dampak nilai tukar rupiah terhadap PT Garuda Metalindo Tbk. menjadi sorotan media nasional hari ini, Kamis (28/6/2018).
Renat Sofie Andriani | 28 Juni 2018 08:41 WIB
Korporasi beton PT Waskita Beton Precast Tbk. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk serta dampak nilai tukar rupiah terhadap PT Garuda Metalindo Tbk. menjadi sorotan media nasional hari ini, Kamis (28/6/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

WSBP Kantongi Rp2,8 Triliun. PT Waskita Beton Precast Tbk. mengantongi kontrak baru senilai Rp2,8 triliun sampai dengan Mei 2018 yang berasal dari sejumlah proyek. Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast Ratna Ningrum menjelaskan bahwa perseroan mendapatkan sejumlah proyek jalan tol. (Bisnis Indonesia)

Menanti BUMN Ramaikan Bursa. PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. menjadi emiten terakhir induk badan usaha milik negara yang melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO sejak 28 Juni 2013. (Bisnis Indonesia)

MAIN Incar Kenaikan 15%. Emiten perunggasan PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) mengincar kenaikan pendapatan 15% pada 2018 menjadi Rp6,25 triliun seiring dengan pertumbuhan penjualan dan peningkatan permintaan. (Bisnis Indonesia)

Restrukturisasi Utang Rp10,49 Triliun, Bakrie akan Terbitkan Saham dan OWK. PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) optimistis dapat merampungkan restrukturisasi utang senilai Rp10,49 triliun pada 2018. Perseroan menempuh opsi penerbitan saham baru dan emisi obligasi wajib konversi (OWK). (Investor Daily)

Pakuwon Siapkan Proyek Rp1,8 T. PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) sedang menyiapkan proyek properti superblock (mixed-use) senilai Rp1,8 triliun. Proyek tersebut ditargetkan mulai dibangun tahun depan. (Investor Daily)

Rupiah Lemot Membebani BOLT. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang tak kunjung turun dari level Rp14.000, menjadi sorotan PT Garuda Metalindo Tbk. Produsen komponen otomotif tersebut menanggung risiko kenaikan beban pokok produksi. (Kontan)

 

Tag : aksi emiten
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top