Per Maret 2018, MAGP Hanya Andalkan TBS

Emiten perkebunan PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk. (MAGP) pada kuartal I/2018 hanya membukukan pendapatan dari penjualan tandan buah segar atau TBS.
Hafiyyan | 31 Mei 2018 22:25 WIB
Buah kelapa sawit - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten perkebunan PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk. (MAGP) pada kuartal I/2018 hanya membukukan pendapatan dari penjualan tandan buah segar atau TBS.

Padahal, pada kuartal I/2017 perusahaan membukukan pemasukan dari penjualan minyak kelapa sawit atau CPO. Secara otomatis, penjualan produk hulu membuat pendapatan MAGP terpukul.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Kamis (31/5/2018), pendapatan MAGP per Maret 2018 senilai Rp438,98 juta. Nilai itu anjlok 99,17%year on year (yoy) dari sebelumnya Rp53,21 miliar.

Seluruh pendapatan per Maret 2018 berasal dari TBS, sedangkan kontribusi CPO nihil. Hal ini berbanding terbalik dari kuartal I/2017 ketika pemasukan dari CPO malah berkontribusi 100%.

Beban pokok pendapatan perseroan pun turun drastis menjadi Rp94,46 juta pada kuartal I/2018 dari sebelumnya Rp56,41 miliar. MAGP pun membukukan laba bruto Rp344,52 juta dari kuartal I/2017 rugi bruto Rp3,2 miliar.

Rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berkurang menjadi Rp251,25 juta. Sebelumnya, rugi bersih mencapai Rp3,21 miliar.

Liabilitas per Maret 2018 turun menjadi Rp377,26 miliar dari akhir 2017 senilai Rp388,05 miliar. Liabilitas lancar juga berkurang menuju Rp357,64 miliar dari sebelumnya Rp368,44 miliar.

Ekuitas perseroan menurun sedikit menuju Rp589,16 miliar dari akhir 2017 sebesar Rp589,39 miliar. Total aset MAGP pun terkulai menuju Rp966,43 miliar per Maret 2018 dari sebelumnya Rp977,45 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
magp

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top