AS Beri Isyarat Keringanan Sanksi ke Rusal, Paladium Tertekan

Paladium tenggelam hampir 5% pada Senin (24/4) ditekan oleh isyarat Amerika Serikat yang akan meringankan sanksi terhadap Rusal.
Eva Rianti | 24 April 2018 20:57 WIB
Ilustrasi. - JIBI/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Paladium tenggelam hampir 5% pada Senin (24/4) ditekan oleh isyarat Amerika Serikat yang akan meringankan sanksi terhadap Rusal.

Harga paladium pada penutupan perdagangan Senin (23/4) merosot 4,92% atau 50,65 poin menjadi US$979,55 per troy ounce. Adapun, pada perdagangan Selasa (24/4) pukul 15.30 WIB, harga melanjutkan pelemahan sebesar 14,35 poin atau 1,46% menuju US$965,20 per troy ounce. Sepanjang tahun berjalan, harga melemah 9,04%.

Dilansir dari Reuters, pemerintah Amerika Serikat memberikan keringanan sanksi kepada perusahaan aluminium Rusia United Co Rusal apabila taipan Rusia Oleg deperiksa menyerahkan kendali atas perusahaannya.

Hal ini mengurangi kekhawatiran bahwa Washington kemungkinan akan memperpanjang sanksi kepada produsen paladium terbesar, Nornickel. Sebelumnya, pelaku pasar berekspektasi bahwa sanksi terhadap Rusal bakal berkelanjutan pada Nornickel yang dikhawatirkan akan mengganggu pasokan.

Nornickel merupakan perusahaan paladium terbesar di dunia yang bermarkas di Rusia. Sebelumnya, harga paladium mengalami reli sejak 6 April di tengah kekhawatiran sanksi AS terhadap sejumlah taipan Rusia beserta perusahaannya.

Tercatat, harga paladium sentuh level terendah sejak Agustus 2017 sebesar US$905,35 pada 6 April 2018. Sejak saat sanksi AS terhadap Rusia berkumandang, harga mengalami reli hingga menembus level tertinggi dalam sebulan di US$1.036,61 per troy ounce pada 18 April 2018.

“Paladium mungkin menahan rata-rata pergerakan 200 hari di US$964,30 per troy ounce," kata Phillip Streible, Senior strategi Komoditas di RJO Futures.

Sumber : Reuters

Tag : komoditas, paladium
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top