Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertumbuhan Transaksi Berjangka di Kuartal I/2018 Melesat

Bappebti mencatat pertumbuhan volume transaksi perdagangan berjangka komoditas multilateral di Bursa Berjangka Jakarta dan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia mengalami peningkatan tertinggi.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 April 2018  |  00:20 WIB
Karyawan mengamati Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), di galeri Bursa Bejangka Komoditi , Jakarta, Senin (15/5). - JIBI/Endang Muchtar
Karyawan mengamati Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), di galeri Bursa Bejangka Komoditi , Jakarta, Senin (15/5). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Bappebti mencatat pertumbuhan volume transaksi perdagangan berjangka komoditas multilateral di Bursa Berjangka Jakarta dan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia mengalami peningkatan tertinggi.

Pada rilis yang diberikan pada Bisnis, Jumat (20/4/2018) Badan Pengawas Perdagangan Berjangka (Bappebti) untuk komoditas berjangka di BBJ tercatat olein 10 ton (OLE10) tumbuh 229,85% secara year-on-year (yoy) dari 12.071 transaksi pada kuartal I/2017 menjadi 39.816 transaksi pada kuartal I/2018.

Selain itu, pertumbuhan transaksi emas 100 gram (GOL100) mengalami pertumbuhan secara year-on-year sebesar 231,41% dengan jumlah transaksi pada kuartal I/2017 sebanyak 10.732 transaksi menjadi 35.567 transaksi di kuartal I/2018.

Pada volume transaksi multilateral BKDI yang mengalami pertumbuhan tertinggi terdapat pada komoditas emas (GOLDID) yang naik sebesar 1641,30% dari tahun ke tahun. Pada kuartal I/2017 mendapat 540 transaksi dan naik menjadi 9.403 transaksi di kuartal I/2018.

Pada kuartal I/2018, total transaksi kontrak multilateral dari BBJ dan BKDI tercatat mengalami kenaikan sebesar 39,49% dari 2017. Volumenya meningkat dari 296.520 lot transaksi menjadi 413.613 lot transaksi pada 2018.

Dilihat dari nilai, kenaikan transaksi tersebut sebelumnya tercatat berjumlah Rp3.618 triliun pada 2017, naik 3,96% menjadi Rp3.761 triliun.

Pantas Lumban Batu, Kepala Biro Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Bappebti, mengatakan bahwa kenaikan transaksi ini telah mencapai di atas target.

“Targetnya keseluruhan sekitar setiap kuartal rata-rata 10%, sekarang 17,48%,” ujar Pantas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa komoditas bursa berjangka
Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top