Siap IPO, Krakatau Bandar Samudera Minta Izin ke Kementerian BUMN

Anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., PT Krakatau Bandar Samudera, akan meminta izin kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk menjalankan rencana penawaran umum perdana saham.
M. Nurhadi Pratomo | 20 Maret 2018 20:45 WIB

Bisnis.com,CILEGON — Anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., PT Krakatau Bandar Samudera, akan meminta izin kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk menjalankan rencana penawaran umum perdana saham.

Presiden Direktur Krakatau Bandar Samudera (KBS) Tonno Sapoetro mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan izin tersebut pada akhir Maret 2018. Apabila mendapatkan izin, perseroan akan langsung melaksanakan tahapan persiapan penawaran umum perdana saham (IPO).

Tonno menjelaskan bahwa perseroan berencana melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan buku Maret 2018. Dengan demikian, ditargetkan rencana tersebut dapat terealisasi pada November tahun ini.

Terkait dengan  rencana akuisi perseroan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) II, dia menyarankan agar masuk melalui pembelian saham saat IPO digelar. Salah satu opsi yang dapat ditempuh dengan menjadi anchor buyer saham KBS.

“Lebih baik masuk dari situ karena harga sahamnya bisa lebih transparan,” ujarnya di Cilegon, Selasa (20/3/2018).

Sebagai catatan, KBS berencana melepas 20%-30% saham perseroan melalui aksi korporasi tersebut. Akan tetapi, sampai saat ini belum dibeberkan berapa dana yang ingin dihimpun.

KBS mengklaim perseroan membukukan penjualan Rp919,15 miliar pada 207. Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, laba bersih yang dikantongi pada tahun lalu senilai Rp191,06 miliar.

Saat ini, diperkirakan total volume bongkar muat di Pelabuhan Cigading, Cilegon, pada 2017 mencapai 17,66 juta ton. Dengan demikian, pertumbuhan menembus 20 juta ton hingga 22 juta ton. pada tahun ini.

Dalam jangka panjang, KBS menargetkan volume di pelabuhan menembus 40 juta ton. Perseroan juga memasang target keuntungan Rp300 miliar pada 2020.

Tag : IHSG
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top