Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Trans Power Marine (TPMA) Bagikan Dividen Rp196,67 Miliar

PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA) akan membagikan total dividen tahun buku 2023 sebesar Rp196,67 miliar.
Jajaran Direksi PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA) dalam paparan publik tahun buku 2023, Jumat (26/4/2024). RUPST TPMA memutuskan membagikan total dividen sebesar Rp196,67 miliar. Bisnis/Artha Adventy
Jajaran Direksi PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA) dalam paparan publik tahun buku 2023, Jumat (26/4/2024). RUPST TPMA memutuskan membagikan total dividen sebesar Rp196,67 miliar. Bisnis/Artha Adventy

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten penyedia jasa transportasi laut PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA) akan membagikan total dividen tahun buku 2023 sebesar Rp196,67 miliar atau setara Rp75 per saham.

Direktur TPMA Rudi Sutiono menyebutkan pembagian dividen berdasarkan keputusan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini.

"TPMA akan membagikan dividen tunai sebesar Rp75 per saham atau sebesar Rp196,67 miliar," kata dia dalam paparan publik, Jumat (26/4/2024).

Dividen tersebut sudah termasuk dalam dividen interim sebesar Rp30 per saham yang telah dibagikan pada Desember lalu. Maka sisa dividen yang akan dibagikan adalah Rp45 per saham sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku.

Adapun rasio pembagian dividen adalah setara dengan 63% dari laba bersih 2023 yang tercatat sebesar Rp307,72 miliar.

Pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, saham TPMA berada di level Rp675 per saham. Maka dividend yield tercatat sebesar 11,11%.

Pada pemberitaan Bisnis Sebelumnya, TPMA pada 2023 meraup laba tahun berjalan sebesar US$19,69 juta atau sekitar Rp307,72 miliar (kurs jisdor Rp15.624 per dolar AS). Laba itu naik 37,76% secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode sama 2022 sebesar US$14,29 juta atau sekitar Rp223,36 miliar.

Capaian laba TPMA didorong pendapatan yang naik 6,02% YoY menjadi US$66,58 juta atau sekitar Rp1,04 triliun pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$62,80 juta atau sekitar Rp981,21 miliar.

Menariknya, beban langsung TPMA turun tipis 0,01% menjadi US$41,65 juta di 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$41,66 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper