Minyak Naik, Harga Karet Terdongkrak Lebih dari 1%

Harga karet mempertahankan reboundnya dan menguat lebih dari satu persen pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (14/3/2018), ditopang penguatan harga minyak mentah.
Renat Sofie Andriani | 14 Maret 2018 16:33 WIB
Petani memanen getah karet di Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (13/5). - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet mempertahankan reboundnya dan menguat lebih dari 1% pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (14/3/2018), ditopang penguatan harga minyak mentah.

Harga karet untuk pengiriman Agustus 2018 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 1,25% atau 2,40 poin di level 194,70 yen per kilogram (kg).

Pagi tadi, karet rebound saat dibuka dengan kenaikan 0,52% atau 1 poin di level 193,30 yen, setelah ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,21% atau 0,4 poin di level 192,30 yen per kg pada Selasa (13/3).

Analis dari broker komoditas Yutaka Shoji, Gu Jiong, mengatakan penguatan harga karet hari ini ditopang oleh data ekonomi China serta penguatan harga minyak mentah.

Dilansir Bloomberg, tingkat produksi industri dan pertumbuhan investasi China secara tak terduga meningkat dalam dua bulan pertama tahun ini di tengah permintaan global yang kuat.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional China yang dirilis hari ini, output industri naik 7,2% pada Februari dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, angka ini lebih tinggi dari proyeksi dalam survei Bloomberg yang mencapai 6,2%.

Adapun penjualan ritel naik 9,7% bulan ini dari tahun sebelumnya, sedikit di bawah perkiraan sebesar 9,8%, sedangkan investasi aset tetap tidak termasuk rumah tangga pedesaan meningkat 7,9%.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate terpantau menguat 0,21% atau 0,13 poin ke level US$60,84 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 15.02 WIB.

Minyak menghentikan pelemahannya dan bergerak mendekati US$61 per barel saat investor mencermati potensi kenaikan di tengah tensi geopolitik selama masa pergolakan, menyusul pemecatan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson oleh Presiden Donald Trump.

Turut menopang karet, nilai tukar yen terpantau terdepresiasi 0,05% atau 0,05 poin ke posisi 106,63 per dolar AS pada pukul 15.09 WIB, setelah berakhir melemah 0,15% di posisi 106,58 pada perdagangan Selasa (13/3).

Pergerakan Harga Karet Kontrak Agustus 2018 di TOCOM

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

14/3/2018

194,70

+1,25%

13/3/2018

192,30

-0,21%

12/3/2018

192,70

+1,53%

9/3/2018

189,80

-0,99%

8/3/2018

191,70

-0,05%

Sumber: Bloomberg

Tag : Harga Minyak, harga karet
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top