Indeks Shanghai Composite Catat Bulan Terburuk

Bursa saham China memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (28/2/2018), dengan indeks Shanghai Composite mencatatkan performa bulanan terburuknya sejak awal 2016.
Renat Sofie Andriani | 28 Februari 2018 16:30 WIB
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham China memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (28/2/2018), dengan indeks Shanghai Composite mencatatkan performa bulanan terburuknya sejak awal 2016.

Bursa China melemah akibat terbebani kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi negeri tirai bambu, menyusul rilis data manufaktur yang lebih lesu dari perkiraan serta penyampaian testimoni oleh Gubernur The Fed yang memicu spekulasi laju penaikan suku bunga yang lebih cepat di Amerika Serikat (AS) tahun ini.

Indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip hari ini berakhir melemah 0,87% atau 35,34 poin di level 4.023,64, setelah dibuka dengan pelemahan 1,04% di posisi 4.016,79.

Sub indeks sektor finansial pada CSI 300 melemah 1,35%, sektor bahan konsumen drop 2,56%, indeks real estat turun 0,25%, dan sub indeks kesehatan turun 0,37%.

Adapun indeks Shanghai Composite hari ini ditutup melemah 0,99% atau 32,66 poin di level 3.259,41, setelah dibuka turun 0,85% atau 28,01 poin di posisi 3.264,06.

Indeks saham Shanghai Composite telah turun 6,4% sepanjang bulan ini, penurunan bulanan terburuk sejak Januari 2016. Adapun indeks CSI 300 telah melemah 5,9%, penurunan bulanan terbesarnya sejak akhir 2016.

Dilansir Reuters, pertumbuhan sektor manufaktur China pada Februari melambat lebih dari yang diperkirakan ke level terlemah dalam lebih dari 1,5 tahun, dipengaruhi libur Tahun Baru Imlek yang mengganggu aktivitas bisnis serta peraturan polusi lebih ketat yang membatasi produksi pabrik.

“Meskipun pemulihan terlihat memungkinkan dalam jangka pendek seiring meredanya kampanye anti-polusi, terdapat risiko bahwa tarif-tarif ekonomi lebih buruk tahun ini daripada yang diperkirakan secara umum,” kata Julian Evans-Pritchard, ekonom China senior di Capital Economics.

Pasar saham sebelumnya telah dibebani sentimen negatif dari AS setelah Gubernur The Fed Jerome Powell menyampaikan pandangan optimistis terhadap ekonomi AS pada hari Selasa (27/2) dan mengatakan data ekonomi terakhir telah memperkuat optimismenya terhadap inflasi.

Saham dengan penurunan persentase terbesar pada indeks Shanghai hari ini adalah Aluminum Corp of China Ltd. (-9,92%), diikuti Shandong Lukang Pharmaceutical Co. Ltd. (-6,91%), dan Henan Ancai Hi-tech Co. Ltd. (-5,22%).

 

 

Tag : bursa china
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top