Elnusa (ELSA) Terima Kredit Sindikasi Rp1,1 Triliun

Emiten minyak dan gas PT Elnusa Tbk., (ELSA) memeroleh fasilitas kredit sindikasi jangka panjang sebesar US$80 juta atau sekitar Rp1,1 triliun (1USD = Rp13.650).
Elnusa (ELSA) Terima Kredit Sindikasi Rp1,1 Triliun Hafiyyan | 23 Februari 2018 20:53 WIB
Elnusa (ELSA) Terima Kredit Sindikasi Rp1,1 Triliun
Logo Perusahaan - Doc. Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten minyak dan gas PT Elnusa Tbk., (ELSA) memeroleh fasilitas kredit sindikasi jangka panjang sebesar US$80 juta atau sekitar Rp1,1 triliun (1USD = Rp13.650).

Direktur Keuangan ELSA Budi Rahardjo menyampaikan, setelah tahun lalu mencatatkan kinerja yang menggembirakan, perseroan siap memacu pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2018. Hal ini didukung harga minyak dunia yang cenderung memanas.

"Dalam tiga tahun terakhir industri migas cukup menantang, dimana harga sempat anjlok. Ini memengaruhi transisi pengelolaan beberapa blok migas," paparnya, Jumat (23/2).

Namun demikian, geliat positif makro industri migas sudah terlihat. Hal ini membuat kinerja keuangan perseroan pada 2017 terbilang memuaskan.

Berdasarkan tahun buku 2017, perseroan membukukan pendapatan senilai Rp4,98 triliun, naik 37,56% dari sebelumnya Rp3,62 triliun. Adapun, laba bersih atau laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2017 senilai Rp247,14 miliar, terkoreksi dari pencapaian 2016 sebesar Rp310,91 miliar.

Untuk memastikan pertumbuhan kinerja pada 2018, sambung Budi, perusahaan membutuhkan kelengkapan kompetensi dan peralatan yang siap melayani kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, ELSA membutuhkan pendanaan untuk belanja modal dan pengembangan proyek.

Pada Rabu (22/2), Elnusa melakukan penandatanganan fasilitas kredit sindikasi jangka panjang sebesar US$80 juta atau sekitar Rp1 triliun. Kreditur sindikasi ini beranggotakan Sumitomo Mitsui Banking Corporation cabang Singapura/ Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (MUFJ), Bank ICBC Indonesia, dan Bank UOB Indonesia sebagai mandated lead arranger dan bookrunner.

Budi menyampaikan, fasilitas kredit senilai US$80 juta ini terbagi dalam tranche A dan B yang akan digunakan sebagai general purpose financing. Pembiayaan ditujukan untuk proyek perseroan dan anak usaha dalam dua tahun.

"Belanja modal 2018 memang meningkat signifikan, karena kami akan menggunakan peralatan teknologi baru untuk pekerjaan seismik," tuturnya.

Belanja modal juga dianggarkan untuk menambah armada mobil tangki, barges, dan peralatan lainnya. Secara umum, fasilitas pendanaan dari kredit sindikasi dialokasikan pada proyek-proyek strategis di hulu dan hilir bisnis migas.

Pada penutupan perdagangan Jumat (23/2), saham ELSA naik 2,64% atau 13 poin menjadi Rp505. Dalam sepekan, harga menanjak 17,44%.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
elnusa, kinerja emiten

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top