IHSG Turun dari Level Tertinggi, Ditutup Melemah 0,39%

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup berbalik melemah pada perdagangan Selasa (20/2/2018) setelah kemarin mencatat rekor tertingginya.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Februari 2018 17:11 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan ditutup berbalik melemah pada perdagangan Selasa (20/2/2018) setelah kemarin mencatat rekor tertingginya.

IHSG ditutup melemah 0,39% atau 26,41 poin ke level 6.662,88, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,03% atau 2,06 poin di level 6.687,23.

Pada perdagangan Senin (19/2), IHSG menembus level tertinggi sepanjang masa setelah ditutup melonjak 1,48% atau 97,70 poin ke level 6.689,29. Adapun sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.625,74 – 6.693,47.

Dari 572 saham yang diperdagangkan, sebanyak 160 saham menguat, 227 saham melemah, dan 185 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, didorong sektor industri dasar dengan pelemahan 1,38%, disusul sektor konsumer yang turun 1,19%.

Adapun sektor pertanian dan finansial menahan laju pelemahan IHSG lebih lanjut setelah ditutup menguat masing-masing 0,92% dan 0,75%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup melemah0,30% atau 1,81 poin ke level 606,09, setelah dibuka turun 0,12% di posisi 607,17.

Sementara itu, mayoritas indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau melemah dengan indeks FTSE Malay KLCI (-0,07%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,35%), indeks SE Thailand (-0,09%), sedangkan indeks PSEi Filipina menguat 0,14%.

Di kawasan Asia lainnya, Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup melemah masing-masing 0,72% dan 1,01%, sedangkan indeks Kospi ditutup melemah 1,13%.

Dilansir Bloomberg, mayoritas bursa saham saham Asia cenderung melemah, mengikuti bursa berjangkan indeks S&P 500 AS yang diperdagangkan lebih rendah.

“Investor ingin berada di sisi yang lebih aman dari hal-hal sehingga kita melihat profit taking karena meningkatnya risiko seperti kenaikan harga minyak dan tingkat suku bunga, serta arah dolar," kata Jun Calaycay, kepala analis di Philstock Financial Inc, seperti dikutip Bloomberg.

"Kekhawatiran atas inflasi dan tingkat suku bunga belum benar-benar hilang. Kenaikan harga minyak merupakan penyumbang inflasi terbesar," lanjutnya.

 

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

HMSP

-1,83

BBRI

-1,55

BBCA

-0,93

ASII

-1,48

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BMRI

+6,78

TLKM

+0,49

BFIN

+11,84

BTPN

+6,21

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top