IHSG Menguat Hampir 1% Pada Akhir Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperpanjang reboundnya dengan penguatan hampir satu persen pada akhir sesi I perdagangan pertama pasca libur Imlek, Senin (19/2/2018).
Renat Sofie Andriani | 19 Februari 2018 12:49 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Jumat (26/1/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperpanjang reboundnya dengan penguatan hampir satu persen pada akhir sesi I perdagangan pertama pasca libur Imlek, Senin (19/2/2018).

IHSG menguat 0,92% atau 60,47 poin ke level 6.652,05 di akhir sesi I, setelah dibuka dengan rebound 0,29% atau 19,15 poin di posisi 6.610,73.

Adapun pada perdagangan terakhir sebelum libur Imlek, Kamis (15/2), IHSG berakhir di zona merah dengan turun 0,04% atau 2,82 poin di posisi 6.591,58.

Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak pada kisaran 6.607,91 - 6.657,41. Sebanyak 244 saham menguat, 89 saham melemah, dan 239 saham stagnan dari 572 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan support utama sektor industri dasar (+1,58%) dan infrastruktur (+1,29%). Adapun sektor pertanian turun 0,18%.

IHSG diperkirakan melanjutkan penguatannya menuju level 6.750 pada bulan Maret. Berdasarkan analisis teknikal diyakini IHSG akan melanjutkan Uptrend menuju 6,750 pada bulan Maret 2018.

Analis Samuel Sekuritas M. Makky Dandytra menjelaskan, dengan melewati 6,580, IHSG menyelesaikan Bullish Continuation berbentuk Flag. Setidaknya, IHSG berpotensi Uptrend menuju 6,750 (yang berarti membentuk new All Time High).

“Meski demikian, ada potensi penurunan IHSG turun seiring dengan Breakout yang terlihat kurang valid. Perlu diwaspadai bila terjadi penurunan di bawah 6,530,” paparnya dalam riset hari ini.

Bersama IHSG, indeks saham lainnya di Asia Tenggara juga terlihat menguat siang ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+1,10%), indeks PSEi Filipina (+1,24%), indeks SE Thailand (+0,48%), dan indeks FTSE Malay KLCI (+0,88%).

Dilansir Bloomberg, bursa saham Asia menguat menuju pekan terbaiknya sejak September 2016, bahkan ketika aktivitas perdagangan di Hong Kong dan China ditiadakan karena libur Tahun Baru China. Perdagangan di AS hari ini juga akan ditiadakan untuk libur nasional Presidents’ Day.

Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,8% pada pukul 2.17 siang waktu Tokyo (pukul 12.17 WIB), sedangkan indeks Topix dan Nikkei 225 Stock Average Jepang masing-masing melonjak 1,8% dan 1,7%.

 

 

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top