KINERJA 2017: Pendapatan Intikeramik Alamasri (IKAI) Anjok

Perusahaan produsen keramik PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk. masih membukukan kerugian selama 2017. Meski demikian, kerugian emiten tersebut mengalami penurunan cukup signifikan.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 01 Februari 2018  |  10:50 WIB
KINERJA 2017: Pendapatan Intikeramik Alamasri (IKAI) Anjok
Ilustrasi - Indogress

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan produsen keramik PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk. masih membukukan kerugian selama 2017. Meski demikian, kerugian emiten tersebut mengalami penurunan cukup signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan unaudited perusahaan yang dipublikasikan di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp13,33 miliar sepanjang 2017 lalu. Nilai tersebut anjlok lebih dari lima kali lipat dari capaian pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp83,77 miliar.

Kendati demikian, beban pokok pendapatan perseroan turun menjadi Rp42,04 miliar, dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp102,61 miliar. Beberapa beban seperti beban penjualan, beban administrasi, dan denda pajak juga mengalami penurunan sepanjang 2017.

Dengan demikian, pada 2017 lalu emiten dengan kode saham IKAI tersebut masih membukukan rugi bersih atau net loss sebesar Rp52,91, turun signifikan dari kerugian perseroan tahun 2016 yang mencapai Rp145,36 miliar.

Adapun, iklim investasi industri keramik yang cukup berat dalam dua tahun terakhir, ditambah tingginya harga gas sebagai bahan bakar utama, mendorong produsen keramik melakukan efisiensi besar-besaran.

Hal tersebut juga ditempuh Intikeramik Alamasri dalam dua tahun terakhir. Pada semester II/2017, perusahaan dengan merek dagang Essenza tersebut baru saja menempuh right issue dan HMETD dengan jumlah tambahan dana sebesar Rp355,65 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk mengakuisisi PT Realindo Sapta Optima, pembayaran akuisisi PT Mahkota Artha Mas, dan pembayaran akuisisi PT Mahkota Properti Indo Medan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
intikeramik

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top