Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kembali Terimbas Aksi Jual, IHSG Melemah di Akhir Sesi I

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (25/1/2018), sejalan dengan pelemahan bursa Asia.
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/1)./JIBI-Felix Jody Kinarwan
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/1)./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (25/1/2018), sejalan dengan pelemahan bursa Asia.

IHSG turun 0,23% atau 15,48 poin ke level 6.600,01 di akhir sesi I. Meski berhasil dibuka dengan kenaikan 0,21% atau 13,88 poin di level 6.629,37, pergerakan indeks langsung berbalik ke zona merah di awal perdagangan.

Adapun pada perdagangan Rabu (24/1), IHSG berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,30% atau 19,84 poin di level 6.615,49, mematahkan reli tujuh hari berturut-turut sebelumnya.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.581,67 - 6.636,59.

Sebanyak 155 saham menguat, 176 saham melemah, dan 240 saham stagnan dari 571 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama sektor konsumer (-0,90%) dan infrastruktur (-0,66%). Adapun sektor tambang yang menguat 2,28% memimpin penguatan tiga sektor lainnya.

Reliance Sekuritas memprediksi indeks akan terimbas aksi jual pada perdagangan hari ini.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG membentuk pola bearish setelah bergerak signifikan mematahkan target ideal FR 161.8% dari pergerakan Wave-nya.

Indikasi false break pada level tersebut berpeluang cukup besar seiring indikasi negatif dari Indikator Stochastic yang dead-cross dan signal bearish momentum dari Indikator RSI.

"Sehingga diperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan selanjutnya cenderung kembali mengalami aksi jual dengan rentang pergerakan 6.507-6.620," tulis hasil risetnya.

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau bergerak variatif siang ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,67%), indeks PSEi Filipina (+0,01%), indeks SE Thailand (+0,19%), dan indeks FTSE Malay KLCI (+0,20%).

Secara keseluruhan, pergerakan bursa saham Asia turun dari rekornya pada perdagangan hari ini, saat investor mecermati retorika dari pejabat pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai perdagangan dan dolar yang menggoyahkan pasar valuta asing. Dolar AS pun memperpanjang penurunannya ke level terendah dalam tiga tahun.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2% pada pukul 1.44 siang waktu Tokyo (pukul 11.44 WIB), sedangkan indek Topix melemah 0,9%, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,3%, dan indeks Kospi Korea Selatan 0,8%.

Dilansir Reuters, dolar melemah setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin kepada World Economic Forum di Davos pada hari Rabu (24/1) menyatakan bahwa kinerja dolar yang lebih lemah adalah sesuatu hal yang baik karena berkaitan dengan perdagangan dan peluang.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro