Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (24/1/2018), sejalan dengan pelemahan mayoritas sektor.
IHSG turun 0,30% atau 20,11 poin ke level 6.615,22 di akhir sesi I. Pagi tadi IHSG dibuka dengan kenaikan tipis 0,01% atau 0,42 poin di level 6.635,76, setelah pada Selasa (23/1) mencatat rekor baru dengan berakhir melonjak 2,07% atau 134,80 poin di posisi 6.635,33.
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.588,62 - 6.641,17.
Sebanyak 168 saham menguat, 145 saham melemah, dan 258 saham stagnan dari 571 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama sektor konsumer (-1,38%) dan infrastruktur (-1,10%). Adapun sektor properti memimpin penguatan empat sektor lainnya.
Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau bergerak variatif siang ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,08%), indeks PSEi Filipina (-0,50%), indeks SE Thailand (+0,08%), dan indeks FTSE Malay KLCI (-0,05%).
Secara keseluruhan, reli bursa saham Asia mengambil jedanya hari ini saat berlanjutnya apresiasi yen membebani saham di Jepang dan rentetan penguatan saham China di Hong Kong berisiko berakhir.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3% pada pukul 1.51 siang waktu Tokyo (pukul 11.51 WIB), sedangkan indek Topix turun 0,6% dan indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,3%. Sementara itu, indeks dolar AS terus bergerak di zona merah sejalan dengan berlanjutnya apresiasi mata uang yen Jepang.
“Kita melihat dolar terus terdepresiasi terhadap mayoritas mata uang,” ujar Daniel Morris, senior investment strategist dengan BNP Paribas Asset Management, seperti dikutip dari Bloomberg.
Para pedagang selanjutnya akan mencermati pertemuan European Central Bank (ECB) pada hari Kamis (25/1), serta World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, di mana elit bisnis dan politik dunia berkumpul untuk sebuah konferensi tahunan yang akan menampilkan pemimpin bisnis di antaranya dari Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Jerman.