Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rencana Global Bond: TOBA Minta Restu Pemegang Saham

Emiten pertambangan PT Toba Bara Sejahtra Tbk., (TOBA) meminta restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa untuk menerbitkan global bond sebesar-besarnya US$250 juta atau sekitar Rp3,36 triliun.

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pertambangan PT Toba Bara Sejahtra Tbk., (TOBA) meminta restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa untuk menerbitkan global bond sebesar-besarnya US$250 juta atau sekitar Rp3,36 triliun.

Direksi TOBA dalam keterbukaan informasi Selasa (9/1/2018) menyampaikan, undangan RUPSLB kepada pemegang saham pada 31 Januari 2018. Agenda rapat itu mencakup tiga mata acara.

Pertama, persetujuan atas rencana transaksi material yang akan dilakukan perseroan, berupa penerbitan surat utang dalam denominasi dolar Amerika Serikat. Perusahaan akan melakukan penawaran kepada investor-investor di luar Indonesia.

Kedua, persetujuan atas rencana anak perusahaan memberikan corporate guarantee untuk menjaminkan seluruh atau sebagian besar harta dalam rangka menjamin kewajiban TOBA. Hal ini sesuai rencana transaksi dan pembiayaan perseroan di masa mendatang.

Ketiga, persetujuan memberikan wewenang kepada Direksi TOBA untuk melaksanakan tindakan yang diperlukan dan dipersyaratkan dalam melaksanakan rencana transaksi.

“RUPSLB akan dilaksanakan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 14.00 WIB,” papar direksi.

Dalam keterbukaan informasi sebelumnya pada 22 Desember 2017, Direksi TOBA menyampaikan, perusahaan berencana menerbitkan global bond sebesar-besarnya US$250 juta, atau sekitar Rp3,36 triliun. Nilai itu setara 208% dari ekuitas perseroan.

“Notes akan dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST). Penerbitan dapat dijamin dengan penanggungan perusahaan oleh perseroan dan entitas anak penjamin, dan aset perseroan dan/atau entitas anak penjamin, jika diperlukan,” tulisnya.

Perseroan berkeyakinan penerbitan surat utang ini akan mendatangkan banyak manfaat di kemudian hari. Dengan dana tersebut, perseroan akan mampu untuk menambahan likuiditas dan menjalankan strategi bisnis yang sudah disusun.

Perusahaan juga memeroleh pendanaan dengan jangka waktu pengembalian pokok yang relatif lebih panjang dan bunga tetap tanpa amortisasi interim. Sumber dana ini cocok untuk pengembangan usaha bila dibandingkan dengan alternatif pendanaan lainnya.

“Dengan asumsi penerbitan notes US$250 juta akan diserap seluruhnya, dana itu akan digunakan untuk pembayaran utang, penyertaan modal pembangkit listrik, serta investasi perseroan dan anak perseroan,” paparnya.

Jatuh tempo pembayaran notes ialah 5 tahun sejak penerbitan, yakni pada 2023 atau jangka waktu lain yang disepakati para pihak. Artinya, global bonds kemungkinan akan diluncurkan tahun ini.

Direksi menambahkan, hutang bunga pokok sebesar-besarnya 10% per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper