Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CMPP Bersalin Nama Menjadi AirAsia Indonesia

PT Rimau Multi Pratama Tbk. resmi mengubah entitas perseroan menjadi PT AirAsia Indonesia Tbk. seiring dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2017.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 03 Januari 2018  |  11:16 WIB
Penumpang bersiap menaiki pesawat Air Asia, pada penerbangan perdana tujuan Pontianak-Kuching Malaysia di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (5 - 6).Antara/Muhammad Iqbal
Penumpang bersiap menaiki pesawat Air Asia, pada penerbangan perdana tujuan Pontianak-Kuching Malaysia di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (5 - 6).Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - PT Rimau Multi Pratama Tbk. resmi mengubah entitas perseroan menjadi PT AirAsia Indonesia Tbk. seiring dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2017.

Berdasarkan pengumuman resmi yang dilansir Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/1/2018), pihak bursa telah menerima permohonan penggantian nama perseroan pada 2 Januari 2018. Maka, sejak hari ini, Rimau resmi bersalin nama menjadi AirAsia Indonesia dengan kode saham yang disandang tetap CMPP.

Sebagaimana diketahui, AirAsia Indonesia kini menjadi induk dari PT Indonesia AirAsia lewat proses akusisi senilai Rp2,6 triliun. Dana akuisisi tersebut diperoleh lewat penerbitan saham baru atau rights issue, di mana induk Indonesia AirAsia yaitu PT Fersindo Nusaperkasa (FN) dan AirAsia Investment Ltd (AAIL) bertindak sebagai pembeli siaga dari saham baru yang diterbitkan.

Dalam catatan Bisnis.com, rencana CMPP mengganti haluan bisnisnya sudah diumumkan pada 30 Agustus 2017. Rencana aksi korporasi ini sekaligus mengungkap niat PT Indonesia Air Asia menjadi perusahaan publik di BEI tanpa proses IPO, yang lazim dikenal sebagai backdoor listing.

Sejalan dengan ekspansi di bisnis penerbangan berjadwal, CMPP juga telah melakukan divestasi bisnis pengangkutan dan perdagangan batu bara yang semula menjadi bisnis utama. CMPP meyakini ekspansi di bisnis penerbangan komersial berjadwal dinilai prospektif dan bakal meningkatkan pendapatan perseroan.

Pada 2017, Indonesia AirAsia memiliki dan mengendalikan 17 pesawat dengan rata-rata umur pesawat mencapai 6,5 tahun. Indonesia AirAsia memiliki izin 157 rute yang terdiri dari 85 rute domestik dan 72 rute internasional. Sepanjang 2017, total penumpang yang diangkut diestimasi mencapai 4,7 juta.

CEO Grup AirAsia Tan Sri Tony Fernandes mengatakan aksi korporasi yang dilakukan grup sejalan dengan visi mencatatkan seluruh unit bisnis AirAsia di Asia Tenggara. Dia menyebut visi tersebut dimulai sejak AirAsia Malaysia menjadi perusahaan publik di Bursa Malaysia pada 2004.

Pada 2012, AirAsia Thailand juga melantai di bursa. Tony menyatakan AirAsia Philippines bakal menyusul untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Filipina.

“Banyak analis yang meragukan performa AirAsia Indonesia. Saya sangat bangga dengan keberhasilan kami memperbaiki kinerja di Indonesia dan kontribusi AirAsia di sektor pariwisata di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo," jelasnya, belum lama ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air asia indonesia
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top