Indeks Hang Seng Tembus Level 30.000 Pertama Kalinya dalam Satu Dekade

Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,62% atau 185,42 poin ke level 30.003,49 setelah diperdagangkan pada kisaran 29.911,07 3.0199,69.
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 November 2017 15:45 WIB
Tren Pergerakan Indeks Hang Seng dan Indeks Entreprise China di Hong Kong, Rabu (8/7/2015). - Reuters.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Hong Kong melampaui level 30.000 untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir pada perdagangan Rabu (22/11/2017), ditopang oleh sektor sektor finansial.

Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,62% atau 185,42 poin ke level 30.003,49 setelah diperdagangkan pada kisaran 29.911,07 – 3.0199,69.

Dari 50 saham yang diperdagangkan, 37 saham menguat, 11 saham melemah, sedangkan 3 saham lainnya stagnan.

Dilansir Bloomberg, investor saham Hong Kong mengalami gejolak dalam 10 tahun terakhir setelah terpukul oleh krisis keuangan global, ledakan dua gelembung saham China serta kekhawatiran akan utang Eropa.

Harapan dari sebuah reli yang terus berlanjut di tahun 2015 dihantam oleh gejolak di pasar keuangan di China. Namun, tahun ini aliran modal terus masuk dari China, yang mengangkat kembali indeks, ditambah dengan kenaikan saham teknologi.

Penguatan bursa Hong Kong telah membantu memicu reli regional yang lebih luas di Asia, dengan indeks MSCI Asia Pacific Index menembus level tertingginya sejak 2007.

Hanya ada sedikit kekhawatiran bahwa penguatan di bursa Hong Kong akan berbalik dalam waktu dekat. Goldman Sachs Group Inc memperkirakan indeks menguat hingga 32.000 pada akhir tahun depan, menurut sebuah catatan yang tertanggal hari ini.

Sementara itu, kepala analis Bocom International Holding Co., Hao Hong mengatakan reli saham perbankan China, saham penyedia asuransi dan teknologi akan terus berlanjut, di tengah membaiknya kualitas aset dan pertumbuhan pendapatan.

"Perusahaan ekonomi baru seperti Tencent dan juga bank-bank China serta perusahaan asuransi merupakan kontributor utama putaran reli ini, dan Indeks Hang Seng yang melampaui level 30.000 berarti arus modal masih bullish di China," kata Linus Yip, analis  First Shanghai Securities, seperti dikutip Bloomberg.

"Alokasi di perusahaan semacam itu tampak rasional dan akan terus mendorong indeks lebih tinggi, meski ada sedikit gejolak dalam perjalanannya," lanjutnya.

Tag : bursa hong kong
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top